Enggan Pindah, Meski Jadi Langganan Banjir

Sekretaris Kelurahan Pentadu Bayu Eka S. Kaluku, saat membantu evakuasi warga di kawasan pantai Limbato, Keluarah Pentadu yang terendam air laut pasang. (Foto : Bayu/RG)

Hidup Bergantung Dilaut

RadarGorontalo.com – Bagi Warga Desa Pentadu Kecamatan Paguat, banjir sudah menjadi hal biasa. Wajar, dalam setahun mereka bisa beberapa kali terendam. Selain banjir bandang, masyarakat yang tinggal dikawasan pantai ini juga diintip secara langsung oleh abrasi pantai, hingga banjir rob . Hujan yang mengguyur Kecamatan Paguat beberapa jam saja sudah membuat air pasang naik hingga selutut orang dewasa dan melumpuhkan roda ekonomi di bagian selatan Kecamatan Paguat. Relokasi pun ditolak, karena ketergantungan masyarakat dengan laut.

Bayu Eka S. Kaluku, S. STP , Sekretaris Kelurahan Pentadu

Sebanyak 30 KK yang mendiami kawasan rawan bencana terpaksa harus menelan pahit rumahnya kembali direndam banjir. Namun kali ini, banjir yang merupakan rembesan air laut pasang kembali menerpa masyarakat yang rumahnya berbatasan langsung dengan bibir pantai ini. Selaku pejabat yang baru saja dipercayakan menjadi pamong di kelurahan ini, saya langsung rensponsif dengan laporan warga via SMS dan telephone dengan mendatangi TKP.

Setelah saling membantu mengamankan orang tua dan anak-anak di TKP, saya masih diajak warga untuk membicarakan sebab dan akibat dari bencana yang hampir sepanjang tahun selalu terjadi ini. Sebagai manusia biasa, jiwa saya pun langsung terenyuh khususnya setelah mereka menunjukkan titik masuknya air laut pasang. Ya, walaupun sudah dibuat tanggul yang berfungsi sebagai penahan abrasi dan air pasang, tetap saja ketika hujan datang banjir tetap menghantui mereka. Masyarakat yang mayoritas sebagai nelayan ini, tak bisa apa-apa selaib bertahan dengan kondisi yang ada. Tawaran untuk relokasi pun mereka harus tolak, karena mereka tak bisa jauh dari laut tempat mereka mencari sesuap nasi. “Banjir ini menurut mereka, akan semakin bartambah besar karena sedang dalam musim angin barat,” curhat mereka.

Ada beberapa penyebab terjadinya bencana tahunan ini, salah satunya pintu klep yang tidak berfungsi hingga tanggul dan saluran yang masih belum memadai untuk meredam air pasang. Olehnya, masyarakat berharap agar dinas maupun SKPD teknis terkait bisa segera memberi solusi terhadap bencana yang telah menjadi momok masyarakat Desa Pentadu ini. (Bayu/RG-55)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *