Rab. Jun 19th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Elnino : Ide Gorontalo Jadi Daerah Istimewa Muncul Sejak Pembentukan Provinsi

2 min read
Elnino M. Husein Mohi

RadarGorontalo.com – Gagasan tentang Gorontalo menjadi Daerah Istimewa, ternyata sudah mencuat di awal-awal pembentukan provinsi Gorontalo, 1999-2001.

Menurut salah satu pejuang pembentukan provinsi Gorontalo, Elnino M. Husein Mohi, sempat ada ide untuk meminta jadi Daerah Istimewa. “Tapi yang memungkinkan saat itu adalah pembentukan Provinsi sesuai dengan UU No 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah.

Sehingga diarahkanlah perjuangan itu untuk membentuk Provinsi saja, karena itu yang paling memungkinkan,” kata Elnino. Bila sekarang ada wacana untuk membuat Gorontalo jadi Daerah Istimewa, itu perlu hargai, walaupun semua orang Gorontalo, selalu realistis.

“Maksud saya, masa sih melemparkan wacana saja ngak boleh?. Toh suatu waktu kelak, entah kapan, bisa saja regulasi negara berubah menjadi memungkinkan Gorontalo untk jadi Daerah Istimewa.

Lagi pula, tak ada salahnya menghargai daur ulang ide lama tersebut untuk menjadi reminder bagi anak Gorontalo masa depan. Saya percaya, daur ulang ide ini dikeluarkan oleh orang yg sangat mencintai Gorontalo atau orang yang sangat Gorontalo,” kata Elnino.

Menurut Elnino, setiap daerah tentu memiliki keunggulan masing-masing dalam sejarah Republik ini. Salah satu keunggulan Gorontalo dalam sejarah Indonesia adalah Kesetiaan orang Gorontalo terhadap Republik ini.

“Tahun 1942 Gorontalo mendeklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia yang ada di Gorontalo sambil menunggu terbentuknya pemerintah pusat. Tahun 1950-an utusan Gorontalo pula yang secara tegas mempertahankan NKRI dari usaha pemecahbelahan (RIS), terkenal dengan kalimat ‘Sekali ke Jogya, tetap ke Jogya’,” katanya.

Ia juga mengomentari soal tatanan adat Gorontalo. “Akan sangat panjang ceritanya kalau membahas soal yang satu ini. Mengenai tatanan adat Gorontalo yang terus diletarikan, hanya memiliki kekurangan dalam implementasi hukum adat dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, seperti banyak daerah lain, Gorontalo sudah ‘well-submitted’ kepada NKRI dan menerapkan segala peraturan perundangannya,” kata anggota DPR RI ini. Hukum adat bisa hidup kembali hanya kalau Gorontalo jadi Daerah Istimewa.

Sebab, tidak dibenarkan membuat Perda yg di luar naungan Undang-udang, kecuali di suatu Daerah Istimewa. “Sekali lagi, ide tentang Gorontalo jadi Daerah Istimewa, harus kita hargai, walaupun tidak harus sekarang dipaksakan untuk jadi.

Rakyat Gorontalo tidak sedang dalam kebutuhan untuk jadi Daerah Istimewa. Tapi untuk tetap menjaga semangat keGorontaloan, mestinya tak masalah bila ide lama itu diwacanakan lagi,” tandasnya. (rg-40)

Share

Tinggalkan Balasan