Eksploitasi Anak, Berkedok Kacang Rebus

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Anak-anak kecil yang kerap dijumpai di keramaian tengah menjajakan kacang rebus, ternyata adalah korban eksploitasi anak. Kepolosan mereka sengaja dimanfaatkan untuk memancing rasa iba, hingga akhirnya orang rela membeli kacang rebus dengan uang lebih. Praktek tak terpuji inipun, berhasil dibongkar jajaran Polda Gorontalo.

Bermodal laporan warga, polisi pun melakukan penelusuran. Terungkap, ternyata anak-anak yang berpakaian lusuh sambil menjajakan kacang rebus itu, ada orang dewasa yang mengkoordinirnya. Anak-anak itu, digaji 10 ribu per kepala. AY alias Andris warga Desa Tilihua Kecamatan Limboto, MK alias Merlin dan SP alias Sartin adalah dalangnya. Dibawah kendali tiga orang itu, ada enam orang anak. Ironisnya, anak-anak tersebut diharuskan beroperasi dari pukul 18.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita. Sasarannya adalah tempat-tempat keramaian, seperti taman kota, tempat makan dan warung kopi. Tak jarang, mereka masuk hingga ke kompleks perumahan.

Cara beroperasinya pun cukup sederhana. Anak-anak itu dibekali dengan satu liter kacang rebus yang sudah dipisah-pisah dan dibungkus dalam tas plastik kecil. Menggunakan bentor, mereka di turunkan di setiap persimpangan dekat tempat keramaian. Untuk memancing rasa iba, anak-anak itu sengaja dibiarkan menggunakan pakaian lusuh, bahkan ada yang masih berseragam SD. Keuntungan sepenuhnya, diberikan kepada ketiga pelaku.

Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono SIK, saat dikonfirmasi mengaku pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk peran masing-masing pelaku. “Dugaan kasus ini terus dilakukan pengembangan, sedangkan yang sudah diamankan, masih berstatus saksi,” ujar Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono, SIK. Sementara itu, selain para pelaku, ikut diamankan juga enam orang anak masing-masing HK (14), RP (14), IK (13), AA (12), II (12), dan AY (9). (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.