eks Koruptor Boleh Nyaleg

RadarGorontalo.com – Sejumlah mantan napi koruptor yang sempat ditolak KPU untuk mencalonkan diri di legislatif, akhirnya bisa mencalonkan diri kembali, setelah Mahkamah Agung (MA) membatalkan pasal 4 PKPU nomor 20 tahun 2018 tentang pencalonan DPR dan DPRD Kabupaten/kota. Dengan pencabutan pasal itu, tak cuma mantan napi korupsi, bandar narkoba hingga mantan pelaku kejahatan seksual pada anak pun, bisa ikutan nyaleg.

Pasal yang dicabut MA tersebut adalah, Pasal 4 ayat (3), Pasal 7 huruf g Peraturan KPU No. 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Kabupaten/kota dan Pasal 60 huruf j Peraturan KPU No. 26 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPD terkait larangan mantan narapidana kasus korupsi, bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak.

Majelis hakim yang memeriksa permohonan ini terdiri dari tiga hakim agung yakni Irfan Fachrudin, Yodi Martono, Supandi dengan nomor perkara 45 P/HUM/2018 yang dimohonkan Wa Ode Nurhayati dan KPU sebagai termohon.

Dikutip dair Hukumonline Majelis hakim berpendapat, PKPU itu dianggap bertentangan dengan  Pasal 240 ayat (1) huruf g UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pasal 240 ayat (1) huruf g UU Pemilu menyebutkan “bakal calon DPR dan DPRD harus memenuhi persyaratan: tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana.”

Sebelumnya usai memberikan kuliah umum di universitas Gorontalo, Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar menegaskan hal itu dengan mengembalikannya ke UU Pemilu. Dia hanya meminta untuk membaca Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. “Silakan baca pasal 14 J, 17 J, 20 J dimana KPU berkewajiban melaksanakan putusan Bawaslu, ya sudah itu saja,” kata Fritz sembari tersenyum tipis. (RG-56)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.