Ekonomi Gorontalo Melejit

Kantor BI Perwakilan Gorontalo
Kantor BI Perwakilan Gorontalo

Optimis Tembus 7,4 persen

RadarGorontalo.com – Harus diakui di triwulan dua, ekonomi Gorontalo mengalami pelambatan. Perubahan cuaca sangat mempengaruhi produksi pertanian. Belum lagi diperparah dengan kenaikan berbagai kebutuhan pokok, walaupun relatif terkendali. Namun optimisme muncul untuk triwulan tiga. Bank Indonesia (BI) memprediksi, pertumbuhan ekonomi bakal tembus pada angka 6,9 % hingga 7,4 %.

Dalam penjelasannya, Deputi Kepala BI Gorontalo Akhmad Kosasih, Selasa (20/9) menjelaskan, pelambatan ekonomi triwulan dua untuk Gorontalo sendiri, memang lebih dikarenakan menurunnya produksi pertanian akibat pergeseran musim tanam. Seperti diketahui, sektor pertanian memiliki share cukup besar. Pertumbuhan ekonomi triwulan dua, turun pada posisi 5,4 persen dibanding triwulan satu 2016 yang berada pada kisaran 6,1 persen. Walaupun, kedua-duanya lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Triwulan tiga sendiri, pertumbuhan ekomi diprediksi akan naik. kenapa? karena, kata Kosasih, saat ini pemerintah pusat tengah mendorong daerah-daerah mengoptimasi realisasi anggaran, dan itu dilakukan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo. Sektor pertanian sendiri, akan mengalami peningkatan cukup tinggi. “padi sudah mulai panen, jagung juga begitu. Realisasi anggaran begitu tinggi, belum lagi iven-iven musiman, seperti idul fitri, hingga musim pernikahan. Itu artinya, konsumsi masyarakat mulai membaik. Ditambah kegiatan-kegiatan pemerintah, seperti rapat di hotel-hotel serta iven-iven kecil lainnya yang mendorong naiknya konsumsi. Triwulan tiga, yakni Juli, Agustus, Septmber ekonomi akan jauh lebih baik,” ungkapnya, sembari menambahkan Bank Indonesia sendiri kata Kosasih, sudah melakukan survey SKDU, untuk memperkuat prediksi itu.

Indikator lainnya yang menguatkan pertumbuhan ekonomi terlihat di sektor perbankan. Agustus 2016, dana pihak ketiga di Bank Umum tercatat sebesar 4,72 triliun rupiah atau naik 12,65 persen. Dengan komposisi, didominasi oleh tabungan 2,35 triliun, deposito 1,5 trilun dan giro 885 miliar. Kalau melihat komposisinya, ini wujud dari perilaku masyarakat yang menabung bukan untuk investasi. Dari sisi kredit sendiri, ada 10.73 triliun yang disalurkan perbankan atau naik 7.78 persen dibanding tahun lalu. Walaupun kata Kosasih lagi, komposisi kreditnya 6,63 triliun naik 4,33 persen untuk konsumsi. Sedangkan 1,15 triliun untuk investasi naik 13,95 persen serta modal kerja 2,94 triliun atau naik 18 persen. “ini sangat produktif. Dan efeknya sangat baik untuk perekonomian,” ungkapnya. Dan dari total kredit itu, UMKM dapat porsi 27,75 persen. Dengan pertumbuhan kredit, non performing loan (NPL) relatif terjaga. NPL gross berada pada kisaran 3,91 persen.

Walau begitu, Bank Indonesia tetap menyarankan agar sektor perekonomian Gorontalo, harus mencari potensi baru dan tidak disandarkan sebagian besarnya kepada balanja pemerintah dan pertanian. Harus ada inovasi-inovasi, salah satunya sektor pariwisata. Kosasih pun mengakui, kebijakan pemerintah saat ini yang menjadikan pariwisata menjadi sektor unggulan baru, yang diharapkan bisa ikut memberikan sumbangan besar bagi pertumbuhan ekonomi. (rg-34)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *