Duh, Kota Gorontalo Koleksi Ribuan Warga Miskin

 

RadarGorontalo.com – Politisi Demokrat, Erman Latjengke menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo saat ini mengoleksi 68.000 jiwa warga miskin. Jumlah ini tergolong banyak dari jumlah penduduk 210,782 jiwa.

Dari basis data terpadu (BDT) jumlah masyarakat Kota Gorontalo yang terdaftar sebagai masyarakat miskin mencapai 68.000 jiwa. Diantara jumlah itu, yang tergolong masyarakat yang sangat miskin ada sekitar 31.000 jiwa, ungkap Erman saat penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang APBD Kota Gorontalo tahun 2019.

Meski demikian, DPRD belum meyakini data ini telah sesuai dengan kondisi dilapangan. Bahkan, mengenai progres angka kemiskinan masyarakat Kota setiap tahunnya, jumlah itu justru semakin bertambah.

“Kami belum yakin dengan data tersebut, sehingga kami meminta kepada lurah-lurah untuk mendata kembali agar lebih akurat. Sebab, jangan sampai ada diantara mereka masyarakat yang mampu, akan tetapi masuk dalam BDT yang tergolong masyarakat miskin,” terangnya.

Sebelumnya, terkait data kemisikinan dan bantuan serta realisasi dana keswadayaan yang dikelola Pemerintah Kelurahan dan BKM, Komisi B Dekot Gorontalo, sudah mengundang pihak terkait untuk mengevaluasi progres dari pada bantuan kemiskinan, mengingat waktu sudah memasuki triwulan terakhir.

“Kira-kira penyerapan bantuan, baik secara swadaya maupun APBN, apakah sudah terdistribusi dengan baik sesuai dengan juknis juklak yang termuat dari basis data terpadu (BDT),” ungkap Erman.

Masyarakat miskin itu sendiri dalam BDT, dibagi dalam 3 kriteria, yakni sangat miskin, miskin, dan hampir miskin,” tambahnya. Namun sayangnya, dalam validasi data dilapangan, pemerintah dibuat dilematis antara realita dan aturan yang berlaku.

“Banyak keluhan ke DPRD, bahkan diantara mereka benar-benar masyarakat miskin yang sama sekali tidak mendapat intervensi apa-apa dalam program ini,” katanya.

Hal inilah yang mendorong DPRD mengundang pihak pemerintah, agar dalam pengentasan kemiskinan benar-benar dapat dilaksanakan dengan sistematis berdasarkan juknis yang dipersyaratkan oleh kementerian.  “Berbicara mengenai tepat sasaran, kadang-kadang hal itu berbenturan dengan tingkat kepuasan masyarakat.

Ada masyarakat yang menganggap mereka ini miskin, akan tetapi saat validasi data yang dilakukan oleh tim, ada beberapa kriteria yang mengkategorikan masyarakat itu tidak miskin,” jelas Erman. Olehnya itu kami meminta Pemkot melalui dinas terkait untuk menseriusi semua program pemberdayaan warga kurang mampu, tandasnya. (rg-63)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *