Dua Pekan Buron, Kakak Perkosa dan Bunuh Adik Kandung Ditembak Polisi

Pres Realease Polres Gorontalo terkait kasus pemerkosaan dan pembunuhan di Kecamatan Tolangohula, senin kemarin. (Foto : Fian/RG)

RadarGorontalo.com – Setelah dua pekan buron, Polres Gorontalo akhirnya membekuk pelaku perkosaan dan pembunuhan siswi SMP di Desa Bina Jaya Kecamatan Tolangohula. Pelaku ternyata adalah kakak kandung korban. Dari hasil pemeriksaan polisi, aksi itu terjadi karena pelaku sudah dikuasai minuman keras.

Dalam rilis resminya, Senin (16/4), Kapolres Gorontalo AKBP Purwanto menjelaskan, dari pemeriksaan terhadap pelaku terungkap, aksi biadab sang kakak kandung itu, dipicu kala pelaku yang sudah menenggak minuman keras kembali ke rumah, dan mendapati korban di dalam rumah. Korban pun disuruh pelaku untuk mengambil singkong, tapi korban menolak. Ini memicu amarah pelaku yang kemudian memukulnya dengan sepotong kayu. Sambil menahan sakit, korban pun melarikan diri.

Naas, korban berhasil dikejar pelaku. Dan disinilah muncul niat bejat pelaku untuk memperkosa korban. Tubuh kecil almarhumah yang masih duduk di bangku SMP itu, tak kuasa menahan kebengisan sang kakak. Karena terus meronta dan berteriak, pelaku pun nekat memukuli kepala korban tepatnya bagian wajah dengan batu besar secara membabi buta. Dada hingga perut pun tak luput dari pukulan pelaku. Tak cukup disitu, korban pun dibalikkan dan dipukuli lagi dengan batu dikepala bagian belakang. sang Adik perempuan ini pun meregang nyawa di tangan kakak kandungnya. Jasad korban pun dibuang ke dalam parit dan dibiarkan dalam kondisi setengah telanjang. “Pelaku sendiri di jerat dua pasal tentang Kekerasan dalam rumah tangga, yakni pemerkosaan dan sampai menghilangkan nyawa, dan hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun”, ujar Kapolres yang turut didampingi Kasat Reskrim.

Pengejaran terhadap tersangka pelaku sendiri, memang cukup sulit. Namun berkat ketekunan dan koordinasi dengan warga, pelaku pun berhasil diciduk. Bahkan, pelaku sempat dilumpuhkan dengan timah panas, karena sempat melakukan perlawanan saat akan ditahan. (rg-52)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.