Dramatis, 4 Pencuri Sarang Walet Undang Amukan Masa

Ratusan masyarakat setempat saat menyaksikan evakuasi korban dan pelaku, yang dilalukan aparat Kepolisian gabungan dari Polres Gorontalo Kota, Brimob Polda Gorontalo dan Shabara Polda Gorontalo.

RadarGorontalo.com – Evakuasi 4 orang yang diduga pencuri sarang burung walet di Keluarahan Dulomo Selatan, Kota Utara berlangsung dramatis, Minggu (26/11) malam. Sekitar 4 jam, aparat Brimob Polda Gorontalo berusaha menembus ribuan massa. Kemarahan warga dipicu, tewasnya Feri Tobuo (24), karena terjatuh dari tangga yang berada di lantai tiga. Warga menuding, kematian korban karena ulah keempat orang itu.

Kejadian ini terjadi di sebuah rumah tempat penangkaran burung walet milik Sarifudin Pana. Ceritanya, sekitar pukul 18.30 Wita, terjadi pemadaman listrik. Singkat cerita, warga sekitar sempat curiga ada mobil yang diparkir dekat bangunanan tempat penangkaran walet. Saat diperiksa, keempat diduga pelaku masing-masing Rawing warga Biau, Andi warga Biau, Isal warga Bitung dan Polce (43) warga Bitung, langsng lari. Warga langsung menyimpulkan, keempat orang itu adalah pelaku pencurian.

Korban Feri Tobuo (24) bersama rekannya Ayi, memberanikan diri untuk mengejar pelaku hingga lantai atas. Sayang, tangga papan yang menghubungkan antara lantai, bergeser. Alhasil, korban Feri dan Ayi terjatuh dari lantai tiga. Feri langsung tewas di tempat, sedangkan Ayi tangan kanannya patah. Kejadian ini memicu kemarahan warga yang menuding keempat pelaku itu penyebabnya.

Takut jadi korban amukan massa, keempat pelaku memutuskan berdiam diri di atas lantai tiga. Massa yang emosi, melampiaskan kemarahannya dengan membakar sebuah mobil minibus, yang diduga digunakan keempat pelaku. Proses evakuasi keempat pelaku terbilang sulit, karena massa terlanjur marah. Dibutuhkan mobil barakuda dan puluhan anggota brimob dan Sabhara Polda Gorontalo, untuk mengevakuasi keempat pelaku dari kerumunan warga. Kapolres Gorontalo Kota AKBP. Yan B.J, juga mengakui jika selama mengevakuasi pelaku cukup kesulitan. Sebab, ratusan warga yang ingin melihat pelaku, berada di luar. “Korban patah tangan sudah di larikan ke RSAS terlebih dahulu, sementara korban yang meninggal dunia diturunkan bersama para tersangka,” ujarnya.

Untuk saat ini kata Kapolres, belum ada data lengkap terkait identitas pelaku dan korban, namun pelaku segera di intoregasi apakah sudah berulang kali melakukan hal tersebut atau tidak. Begitu juga, dengan kematian korban, apakah di dorong pelaku atau tidak, kerena informasi yang beredar ada dua versi. (rg-60/rg-62)

Berita Terkait

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *