DPP Golkar Seriusi Laporan Soal Fadel

bendera-golkar

RadarGorontalo.com – DPP Partai Golkar tidak akan gamang dalam memutuskan sanksi terhadap kader yang tidak patuh terhadap putusan DPP Partai Golkar terkait Pilkada. Terutama untuk Pilkada Gorontalo, Ketua DPP Partai Golkar Nurdin Halid, memberikan jaminan akan memecat kader yang tidak mendukung dan mengkampanyekan pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim. “Saya jamin, DPP Partai Golkar dan saya sebagai ketua harian akan langsung memproses sanksi bagi kader yang terbukti melanggar keputusan DPP Partai Golkar mendukung Rusli-Idris.  Tidak benar itu berita yang mengatakan, DPP menertawakan laporan terkait pak Fadel yang dinilai tidak patuh terhadap keputusan partai. Kami terima laporan itu dengan serius, dan kami proses,” kata Nurdin Halid.

Proses sanksi pemecatan menurutnya, akan dilakukan cepat terhadap Hanna Hasanah yang kini menyalonkan diri sebagai calon gubenur dari PDIP da PPP. Bahkan menurutnya, Nurdin sudah menerima informasi, Hanna sudah resmi bergabung sebagai kader PPP. “Hanna akan cepat saya proses pemecatannya, saya sudah menerima bukti-buktinya dan langsung proses. Karena bukti-buktinya sudah lengkap, baik secara kasat mata, pemberitaan dan lainnya,” tuturnya.

Kemudian terkait dengan Fadel Muhammad, Nurdin mengatakan, saat ini laporan sudah diterima oleh DPP Partai Golkar. Sehingga sedang dalam proses untuk dikenakan sanksi dari bukti-bukti yang sudah diterima. Sanksi pemecatan terhadap Fadel menurutnya, pemecatan yang nantinya akan berujung pada Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagai anggota DPR RI. Fadel menurutnya, terindikasi sudah melakukan pelanggaran Peraturan Organisasi (PO) Nomor 15 tentang sanksi dan Juklak 06 tentang rekruitmen Pilkada. Fadel sudah terindikasi melakukan kampanye mendukung istrinya sebagai cagub Gorontalo dari partai lain, meski Partai Golkar sudah memutuskan pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim.

“Siapapun dia, DPP tidak akan pandang bulu. Mau orang DPP termasuk Fadel dan Hana, akan dipecat. Seluruh kader partai yang melanggar aturan partai, akan saya bawa ke rapat pleno untuk segera diterapkan sanksi berupa pemecatan,” kata Nurdin Halid usai rapat internal bersama pengurus DPD I dan DPD II Partai Golkar se-Provinsi Gorontalo. Di Partai Golkar ini menurutnya, ada yang namanya azaz partai, dan azaz ketiga adalah mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan, Fadel dinilai lebih mementingkan kepentingan keluarga ketimbang partai.

 “Terhitung setelah pendaftaran, kader Partai Golkar yang tidak melakukan sosialisasi, tidak kampanye, tidak melakukan upaya  dan mendukung Pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim, saya sebagai ketua harian, maka akan saya memberhentikan dari keanggotaan Partai Golkar. Semua toliog pantau siapa kader dari nasional hingga tingkat desa, apabila tidak bekerja, apalagi tidak mengkampanyekan Rusli-Idris, laporkan ke saya,” pungkasya. (rg-50)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *