DPD RI Dorong Dermaga Apung dan Legalitas Bentor

Anggota DPD RI Rahmjati Jahya hadir dalam RDP dengan Kementrian PUPERA dan Perhubungan di ruang sidang Komite II DPD RI

RadarGorontalo.com – Komite II DPD RI yang membidangi Perhubungan dan PURE menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (7/12). Selaku senator, anggota DPD RI Rahmijaty Jahya tak henti-hentinya menyampaikan aspirasi dari Provinsi Gorontalo. Momentum tersebut, menjadi ruang yang sangat tepat di gunakan untuk memperjuangkan kepentingan daerah demi kemajuan daerah dan kemakmuran rakyat.

Adapun aspirasi yang disampaikan pada forum tersebut diantaranya, permohonan bantuan dermaga apung, legalitas bentor yang sampai saat ini belum jelas, padahal bentor merupakan kendaraan alternative idaman rakyat Gorontalo yang turut menopang perekonomian masyarakat. Dalam kesempatan itu pula, Rahmijaty menyampaikan pelaksaaan jambore perhubungan di Kabupaten Gorontalo, yang kebetulan ivent ini merupakan ivent yang sangat kreatif dari Dinas peruhubungan Kabupaten Gorontalo.

Dimana, melalui kegiatan jambore perhubungan, semua insan perhubungan ikut berpartisipasi dan target utama yang diharapkan dalam kegiatan tersebut diantaranya, upaya menyadarkan masyarakat sebagai pengguna transportasi, agar mereka memiliki kesadaran dan kepatuhan terahadap pertauran yang berlaku, serta menjaga ketertiban berlalu lintas. Selain itu juga masih dengan agenda yang sama Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait infrastruktur dengan Kementerian PUPR RI.

Rahmijaty menyampaikan beberapa aspirasi yang menjadi kebutuhan pemerintah dan masyarakat Provinsi Gorontalo. Diantaranya; mendorong keberlanjutan program pembangunan jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR). Karena hal ini sangat urgen bagi masyarakat Gorontalo, mengingat kapasitas jalan yang menghubungkan dua daerah yaitu Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo yang juga merupakan jalur poros logistikc menuju bandara dan pelabuhan Kota Gorontalo tidak lagi seimbang dengan kuantitas kendaraan yang ada, serta mampu membuka akses ekonomi produktif baru dalam menunjang pertumbuhan ekonomi Gorontalo di masa yang kan datang. Rahmi mengharapkan adanya tindak lanjut dari rencana pembangunan jalan pesisir tomini yang menghubungkan Kota Gorontalo – Kabupaten Gorontalo.

Hal ini sebagai jalur transportasi bagi masyarakat pesisir, yang tentunya sesuai dengan Nawa Cita Presiden Jokowi, sebagaimana disebutkan bahwa pentingnya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan. Selanjutnya dalam kesempatan itu, Rahmijaty memperjuangkan jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Pohuwato (Marisa) dengan Kabupaten Gorontalo Utara (Tolinggula) yang satu – satunya menjadi akses penghubung antara wilayah perbatasan pesisir utara dan perbatasan pesisir selatan Gorontalo, sebagai jalur logistic dab jalur transportasi perbatasan yang menghubungkan wilayah pesisir laut Sulawesi dan wilayah pesisir teluk tomini. Serta akses jalan penghubung antara Kabupaten Gorontalo dengan Kabupaten Gorontalo Utara (Poros Paguyaman – Anggrek).

Keempat hal ini menjadi penting dan mendesak untuk direalisasikan, demi percepatan pembangunan Provinsi Gorontalo. Hal ini pula, merupakan bagian dari rencana dan cita – cita menjadikan Gorontalo sebagai poros logistic maritim Indonesia timur mengingat berkah geografis yang sangat mendukung. (RG-31)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *