DKPP RI-PTUN Manado Tolak Gugatan, 5 Komisioner KPU Boalemo Dipulihkan

RadarGorontalo.com – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI resmi menolak gugatan yang dilayangkan tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boalemo. Keputusan DKPP RI ini disampaikan melalui sidang pembacaan putusan perkara dugaan pelanggaraan kode etik penyelenggara pilkada yang berlangsung di kantor DKPP RI, Kamis(8/6).Selain menolak gugatan pelapor, DKPP RI juga memutuskan untuk merehabilitasi sekaligus memulihkan nama kelima anggota komisioner KPU Kabupaten Boalemo.

Pihak KPU Kabupaten Boalemo dilaporkan ke DKPP RI dengan beberapa hal. Diantaranya, KPU Boalemo dinilai tidak menindaklanjuti rekomendasi Panwaslih Boalemo. KPU Boalemo dianggap melanggar kode etik lantaran meloloskan Darwis Moridu sebagai Calon Bupati dengan ijazah yang disebut-sebut tidak memenuhi syarat. KPU Boalemo dianggap tidak melakukan klarifikasi terhadap Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Darwis Moridu yang menurut pihak pelapor terdapat catatan pidana di dalamnya. Dan yang terakhir, KPU dianggap menerima aliran dana dari pasangan calon kepala daerah. Namun akhirnya seluruh tudingan itu terbantahkan dengan adanya keputusan dari DKPP RI yang menilai tak cukup bukti.

Sehari sebelum putusan DKPP RI, pada Rabu(7/6)lalu, jajaran KPU Boalemo juga mengikuti pembacaan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado terkait laporan salah satu LSM yang menuding KPU telah melakukan pelanggaran dalam Pilkada Boalemo. PTUN Manado memutuskan menolak gugatan, dengan alasan bahwa PTUN tidak memiliki kewenangan untuk mengadili persoalan sengketa Pilkada.

Menanggapi hasil dari seluruh pembacaan putusan gugatan perkara tersebut, Ketua KPU Kabupaten Boalemo Amir Koem yang diwawancarai RADAR Gorontalo melalui telepon seluler, Kamis sore kemarin mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami bersykur atas seluruh putusan ini. Pada prinsipnya, kami (KPU Boalemo) bekerja sesuai aturan. Tidak ada intervensi. Tidak ada keinginan sedikit pun untuk berpihak kepada salah satu pasangan calon. Atau ingin mencela kepada siapapun,” ungkap Amir yang didampingi Herman Bater, Noldy Biya, Jan Tuna dan Asra Djibu. (RG-59)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *