Ditutup Paksa, Turis Asing Bela H & M Homestay Gorontalo

salah seorang turis asing, memegang secarik kertas bertuliskan #savetourismgorontalo serta #selamatkanbirokrasigorontalo (f.istimewa)

RadarGorontalo.Com – Heriyanto Gobel harus menerima kenyataan, kalau usaha homestay miliknya harus ditutup pemerintah Kota Gorontalo, dengan dalih belum ada izin dari dinas pariwisata.

Kisah Heriyanto inipun diunggahnya di media sosial instagram, dan menuai tanggapan berbagai pihak, termasuk turis mancanegara yang kemudian ramai-ramai membela homestay yang diberi nama Harry & Mimin Homestay itu.

Sambil memegang secarik kertas bertuliskan #saveH&Mhomestaygorontalo, #savetourismgorontalo serta #selamatkanbirokrasigorontalo, para bule ini menunjukkan pembelaanya terhadap Hariyanto.

Dalam unggahan, di akun instagramnya, Hariyanto Gobel menceritakan ikhwal penutupan tempat usahanya. berikut kutipan postingan akun harry_mimin_homestay.

Saya keluarga muslim yang memiliki usaha homestay di Gorontalo, Sulawesi, Indonesia.. yang mayoritas tamu adalah wisatawan asing.

Homestay dengan 3 kamar ini adalah sumber pendapatan saya sehari hari untuk menghidupi  Ibu saya, Istri , 2 orang anak  saya Aryan 7 th Abraham 3 th , kemenakan saya gavin 5 th dan laila 12 dan adik saya andre. 

Surat teguran dari pemerintah sudah saya terima, terima kasih. Pemerintah meminta saya menutup homestay untuk sementara sambil menunggu keluarnya ijin pariwisata yg dari awal pengurusan saya tidak diberi informasi sama sekali  tentang ijin  itu. 

Saya hanya diberikan informasi pada tanggal 13 May 2018 bahwa usaha homestay saya sudah bisa beroperasi dengan bermodalkan SIUP dan TDP yg diterbitkan. 

Berkas pengurusan serta Surat Rekomemdasi dari Dinas Pariwisata telah saya serahkan ke Dinas Perizinan pada tanggal 15 Agustus 2018 yg sampai sekarang tidak ditandatangani. Saya dengar dan tahu ijin pariwisata saya tidak akan pernah diberikan dengan alasan Lokasi rumah saya 

Sebelum mangantongi SIUP dan TDP homestay pada tanggal 14 may 2018 .Para Tourists sudah sering menginap di tempat saya sejak saya masih duduk dibangku SMP pada tahun 1997 dengan cuma cuma, Kami rela memberikan kamar kami  kepada mereka dengan satu alasan yaitu bisa belajar bahasa inggris secara langsung tanpa harus memikirkan biaya kursus yg masa itu tidak bisa kami jangkau. 

Dan pada tahun 2002 , 2008, 2014 dan 2018 saya memberikan kursus /Les bahasa inggris murah dan sebagian gratis untuk anak anak sekitar  yg kurang mampu agar mereka bisa belajar bahasa inggris tanpa mendapat kendala  financial seperti yg saya alami dulu (photo terlampir).  

Secara tidak langsung saya telah membantu perkembangan pendidikan dan pariwisata di gorontalo pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. 

Kenapa nanti sekarang baru dipermasalahkan keberadaan orang asing di rumah saya?

Mohon maaf saya akan tetap menerima tourists untuk menginap dirumah saya  sekalipun saya akan mendapati diri saya nanti di penjara.  Lebih baik dipenjara ketimbang melihat orang yg saya cintai kelaparan“.  (bink/rg)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *