Ditikam Remaja 18 Tahun, Abang Bentor Tewas Di TKP

pengemudi bentor yang menjadi korban penikaman di leato selatan

RadarGorontalo.com – Gumpalan darah segar berserakan ditanah juga tembok pondasi pagar kayu, yang ada di lorong depan Jalan R Atje Slamet Kelurahan Leato Selatan. Menjadi bukti utama dugaan kasus penikaman terhadap Simon Makale, pengemudi bentor berusia 30 tahun warga Kelurahan Leato Selatan. Yang dilakukan tersangka Dedi Mitan, pengangguran 18 tahun berdomisili di Kelurahan Talumolo Kecamatan Dumbo Raya, Senin (12/12) pukul 04. 35 dini hari.

Luka bekas sayatan dan tusukan benda tajam di tubuh korban yang dilayangkan tersangaka, membuat korban meninggal di tempak kejadian perkara (TPK). Nyanyian dua orang saksi dihadapan petugas, masing-masing Erik Bouty warga Leato dan Idris Djafar Nelayan berusia 24 tahun warga dari kelurahan yang sama. Membuat petugas kepolisian setempat, tidak sampai 1 X 24 jam berhasil menemukan pelaku.

Seperti dari penuturan saksi Erik, bahwa ketika dirinya hendak keluar rumah menuju ke Masjid, untuk menunaikan sholat Subuh, di lorong jalan tersebut ia melihat jasad korban sudah terkapar di atas tanah. Kemudian langsung menghubungi warga setempat. “Saat melewati jalan setapak di lorong tersebut, saya melihat jasad korban sudah terkapar di atas tanah.

Setelah saya lihat, ternyata itu Simon, sehingga saya pun langsung menghubungi warga setempat agar bisa melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian setempat,” ujar Erik. Lain lagi pengakuan Idris Djafar, juga rekan korban yang sempat bersama korban ketika kejadian itu terjadi. Bahwa saat usai mengonsumsi miras bersama korban dan dua rekannya.

Tiba-tiba tersangka yang membonceng dua orang rekannya, dengan menggunakan kendaraaan roda dua Mereka Yamah Mio warna Merah, melintas di depan korban. Kemudian korban meneriaki tersangka dengan kata ‘Woi’.

Tersangka pun menghentikan kendaraannya, dan turun menhampiri korban sambil mengeluarkan sebila barang tajam, kemudian mengarahkan pada korban. “Pertama kepala secara berulang-ulang kemudian perut. Karena melihat kejadian itu, saya pun langsung menghidupkan bentor milik korban, dan saya pun sempat diancam tersangka,” ungkap Idris.

Sementara itu Kapolres Gorontalo Kota AKBP Rony Yulianto, ketika dihubungi awak media ini membenarkan kejadian tersebut. Dan tersangka bersama beberapa orang saksi, baik rekan korban dan tersangka, telah dimintai keterangan oleh penyidik. Dari catatan yang berhasil dihimpun petugas di TKP, sebelum kejadian, korban bersama saksi dan dua orang temannya sedang mengkonsumsi minuman alkohol, dan korban sudah di bawah ke Rumah Sakit Umum Aloe Saboe oleh Anggota Polres Kota untuk dilakukan Otopsi. Kemudian pelaku di Tangkap pada saat melewati Polsek KP3, dan selanjutnya diamankan di Mapolres Gorontalo Kota,” terang Kapolres.

Dari informasi yang berhasil dihimpun awak media ini, dua rekan tersangka juga saksi, masing-masing masih duduk dibangku SMA sederajat. Diantaranya, Aditya Riski Haidar Asagaf, pelajar Madrasah Aliyah Muhammadiyah berusia 16 Tahun, warga Kelurahan Talumolo. Dan Abdul Rafi Septiansah Musah, remaja 16 tahun siswa di SMK Negeri 3 Kota Gorontalo warga Kelurahan Leato Selatan. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *