Dimulai Dari Pohuwato, Guru Ngaji Tolak FDS

Demo terkait FDS di Kabupaten Pohuwato. (Jhun/rg)

RadarGorontalo.com – Sejak awal full day school (FDS) terus menuai kontroversi. Alih-alih bertujuan memaksimalkan pendidikan karakter siswa, justru kenyataanya FDS membuat para siswa meninggalkan pelajaran agama di luar sekolah. Mereka tidak mau lagi mengaji, dengan alasan kelelahan belajar seharian. Selasa (16/8), puluhan guru ngaji didampingi para siswa, menggelar demo didepan kantor DPRD Pohuwato menyuarakan penolakan mereka terhadap FDS.

Salah satu pemilik TPQ yang berada di Desa Teratai Kcamatan Marisa, Jubaeda kepada Radar Gorontalo mengatakan, bahwa saat ini dirinya sangat menyayangkan sikap dari pemerintah pusat yang telah mengeluarkan kebijakan sekolah lima hari melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Dirinya khawatir generasi penerus yang ada di Bumi Panua tidak tertarik lagi mendalami serta memperlajari alquran karena waktu mereka untuk belajar alquran telah tersita dengan sistem ini. “Saya selaku guru ngaji merasa keberatan dan menolak sistem Full Day Scool diterapkan di Kabupaten Pohuwato, karena khawatirnya para anak akan buta huruf Alquran. Sehingga akan memperburuk proses perkembangan karakter dan pengetahuannya tentang agama,”ungkapnya.

Dia juga menambahkan, setelah sistem sekolah sehari penuh diberlakukan, banyak santri yang tidak lagi datang untuk belajar alquran. Padahal sebelum sistem ini berlaku, dirinya dalam sehari mengajari lebih dari 100 santri. Namun saat ini yang datang untuk belajar Alquan di TPQ miliknya hanya berjumlah 9 orang saja.

“Para murid biasanya datang ke TPQ dalam keadaan segar dan semangat, akan tetapi setelah diberlakukan sistem ini banyak santri yang ketiduran saat proses pembelajaran alquran berlangsung. Setelah diberlakukan full day school anak-anak pulang sekolah sampai sore dan sudah kelelahan. Jika memaksakan berangkat ke TPQ itu sudah terlambat jamnya,” ungkapnya. (TR-64)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *