Dikatai Pencuri, Teman Ditikam

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ronny Yulianto, yang didampingi Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota saat melakukan gelar perkara kasus pembunuhan

RadarGorontalo.com – Hanya gara-gara tersingung dibilang pelaku pencuri motor, LM (25) nekat menikam temannya Ferdy Laiya (25) tewas. Kejadian ini bermula saat itu, korban bersama rekan-rekannya nongkrong di Jalan Palma kompleks terminal Dungingi Sabtu, (3/12) tengah berpesta miras.

Pada saat itu juga LM, datang untuk bergabung dengan korban dan rekan-rekannya. Namun sesampainya ditempat tongkrongan, tersangka melihat korban dan kemudian menyuruhnya untuk pulang. Karena permintaan itu, tidak diindakan, kemudian tersangka kembali untuk meminjam sebilah pisau dengan panjang 15 cm pada temannya, dengan alasan untuk diperlihatkan kepada pembeli. “Namun pisau itu ternyata digunakan untuk menikam temannya, karena pelaku tersinggung dikatain pencuri motor,” ujar Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ronny Yulinato, S.SIK.

Dijelaskannya, akibatnya korbanpun mengalami luka tusuk dibagian paha kanan, dan pada saat itu juga tersangka dilerai oleh teman-temannya yang ada saat itu. Melihat kondisi korban yang sudah kena tusukan, maka teman-teman korban melarikan korban ke Rumah Sakit (RS) Otanaha, . Karena kekurangan alat medis, kemudian korban dirujuk ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS), pada pukul 01.00 wita sampai akhirnya korban meninggal dunia pada pukul 04.00 wita dini hari, akibat kehabisan darah.

Sesuai dengan pengakuan tersangka, pada saat melakukan penikaman tersebut, tersangka pada saat itu dibawah pengaruh minuman keras. Informasi yang berhasil dirangkum Radar Gorontalo, sebelumnya juga tersangka pernah ditahan selama 4 kali di Lapas Kelas II A Gorontalo, dengan kasus pencurian dan pembobolan. “Dengan pembunuhan ini, tersangka sudah kelima kalinya masuk bui,” ujarnya sembari menambahkan, akibat perbuatannya itu tersangka akan dijerat dengan pasal pasal 338 subsider 351 ayat 3 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara untuk pasal 338, sementara untuk pasal 351 ayat 3 ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Saat ini tersangka menekam dalam sal tahanan Polres Gorontalo Kota. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *