Digarap Pelajar Gorontalo, Film Pendek tentang Olele Masuk 20 Besar Festival Film Dokumenter

Tiga Pelajar SMA Negeri 3 Gorontalo (berdiri – kedua dan ketiga. jongkok – ketiga), di lokasi Olele. Nampak pada gambar, tiga pelajar penggarap film pendek saat berpose bersama sejumlah jurnalis tim ekspedisi Olele, Minggu (17/09)

RadarGorontalo.com – Keindahan Yang Dipetik, adalah judul film pendek yang menceritakan tentang keindahan taman laut Olele. Konsep Judul film pendek ini, masuk dalam 20 besar Garapan Terbaik Festival Film Dokumenter Pelajar 2017 yang digagas Kemendikbud dan Kemenko Kemaritiman. Dan menariknya, film pendek ini digarap tiga pelajar SMA Negeri 3 Gorontalo.

Pada sesi pengambilan gambar di lokasi wisata bahari desa Olele, Minggu (17/09), ketiga pelajar, masing-masing At-Tiryaq Ramadhan Mustafa, Abid Muhaimin Harun dan Sandi Yudha Adrianto Wiratama Mudumi, dimentori langsung oleh 2 orang utusan Kemendikbud dan guru pembina ekstrakurikuler film.

“Sebelumnya, kami mengajukan proposal untuk ikut kompetisi ini. Dari 128 peserta yang memasukkan proposal, proposal kami termasuk yang lolos dalam 20 besar. Dan pada minggu kemarin, kami sudah mengikuti workshop pra produksi film di Jakarta yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Film Kemendikbud. Dan tadi (kemarin, red), kita sudah melakukan pengambilan gambar di lokasi desa Olele didampingi 2 mentor dari Kemendikbud dan guru kami, pak Kasdar Sengka yang pernah menjadi wartawan TV lokal,” kata Tiryaq Ramadhan Mustafa.

Dijadikannya Olele sebagai objek, kata Tiryaq, karena disesuaikan dengan tema. “Temanya; Potensi Kemaritiman, dan Selamatkan Laut Indonesia. Dan wisata Olele, sangat tepat untuk ditampilkan dalam film pendek yang sedang kami garap ini,” jelas Tiryaq, Abid dan Sandi.

Terlibat dalam pembuatan film pendek, adalah sebuah aktifitas positif yang bisa menjadi alternatif bagi pelajar, terlebih di tengah peliknya problem tentang remaja. “Ikut dalam lomba film seperti ini, sangat bagus. Karena dapat membentuk karakter remaja dan membuat mereka makin kreatif. Film menjadi salah satu media yang paling diminati remaja saat ini. Selaku orang tua, saya berharap mereka bisa menularkan sisi positif. Dan remaja, terutama pelajar, juga bisa memberi warna tersendiri bagi perfilman indonesia. Dan membuat film Indonesia makin maju lagi,” kata Kristina Udoki. “Mudah-mudahan, Tiryaq dan teman-temannya, akan lebih banyak meluangkan waktu untuk sesuatu yang lebih bermanfaat,” imbuh Kristina, ibu dari At-Tiryaq Ramadhan Mustafa.(rg-40)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.