Diduga Tak Layak Konsumsi, Ribuan Roti Maros Disita

Tampak Kabid perdagangan Disperindakop Irfan Lalu saat memeriksa truck yang diduga bermuatan ribuan roti tak layak edar, Kamis (12/01), (F. Jhun/rg)

RadarGorontalo.com – Satuan Reskrim bersama Satuan Narkoba Polres Pohuwato serta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kabupaten Pohuwato berhasil mengagalkan truck bernomor Polisi DD 8521 EG yang bermuatan ribuan roti tak layak edar. Ribuan roti tersebut diduga tidak memenuhi syarat kelayakan untuk diedarkan dimasyarakat.

Kasat Narkoba Polres Pohuwato, Iptu Ronny Burungudju mengatakan, pihaknya telah menggagalkan truck yang bermuatan roti dari wilayah Maros. “Barang buktinya kami sudah serahkan ke Dinas Perindagkop,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Irfan Lalu kepada RADAR mengatakan, bahwa pihaknya telah berhasil menyita ribuan roti tak layak edar, yang dibawa dari Kabupaten Maros melalui jalur darat untuk diedarkan di Provinsi Gorontalo. “Ya, kami telah menyita sekitaran 4 ribuan roti yang bermerek Roti Maros, yang tidak memenuhi syarat kelayakan untuk diedarkan dikonsumen.

Ada beberapa pelanggaran yang kami temukan, diantaranya, mobil yang mengankut roti tersebut tidak mengantongi surat jalan dari Provinsi Sulawesi Selatan, dan label produk tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku tidak adanya kode produksi dan tanggal kadaluarsa, serta produk roti belum mempunyai izin produksi Pangan Produksi Rumah Tangga (PIRT), sedangkan produksi tersebut sudah menenuhi ketentuan sertifikat pruduksi PRIT. Dasar inilah yang membuat Disperindakop untuk menyita dan akan dilaporkan di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Dan penyitaan makanan kemasan itu untuk mencegah peredaran produk yang tidak layak jual dan tidak layak dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Menurut ia, peluang beredarnya makanan dimungkinkan terjadi di toko atau warung kecil, karena tidak sistem pendistribusian produk atau barang yang tidak terdata dengan baik. Pasalnya jika kemasan rusak maka makanan yang ada di dalam kemasan itu bisa terkontaminasi zat berbahaya. Dari hasil temuannya itu, pihaknya langsung menginstruksikan kepada para pengelola Toko Modern untuk menarik makanan yang tidak layak edar tersebut jika hal itu tetap dibiarkan maka akan sangat merugikan para konsumen yang membeli produk itu. “Disperindakop akan terus melakukan pengawasan kepada semua bahan makan dan minuman yang diedarkan diwilayah Kabupaten Pohuwato”, pungkasnya. (RG-55)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *