Diduga Dipicu Aksi Penodongan Senjata, Bentor vs Grab Memanas

Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah pengemudi bentor di Kantor Walikota Gorontalo

RadarGorontalo.com  – Setelah sempat reda, hubungan antara pengemudi bentor pangkalan dengan jasa angkutan online Grab, kembali memanas. Para pengemudi bentor menuding sopir Grab, melanggar kesepakatan, dengan tidak menarik penumpang di area tertentu. Ironisnya lagi, ada oknum pengemudi grab yang belakangan diketahui oknum anggota polisi, sempat menodongkan senjata kepada salah seorang pengemudi bentor.

Sebagai bentuk solidaritas, para pengemudi bentor itupun, menggelar aksi demo di Kantor Mapolres Kota, Selasa (25/9) kemarin. Dalam aksinya para pengemudi bentor ini, memprotes sikap arogan oknum aparat. Kejadian penodongan itu berawal saat, salah seorang pengemudi bentor memergoki seorang sopir grab tengah mencari penumpang di kawasan karsa utama. Padahal ada kesepakatan, dimana ada pangkalan bentor, grab tidak bisa menjemput penumpang, kalau mengantarkan boleh.

Pengemudi bentor bernama Muler yang menyadari itu, coba menegur. Tapi oleh si pengemudi grab yang ternyata oknum polisi, malah mengancam balik dengan mengatakan akan memukulnya dengan senjata. Insiden serupa juga terjadi di kompleks RS Aloe Saboe. Lagi-lagi pengemudi grab kedapatan menjemput penumpang. Sama dengan kejadian pertama, pengemudi grab diketahui juga sebagai oknum anggota polisi.

Tapi kali ini lebih parah, si oknum aparat yang tidak terima ditegur, justru balik menodongkan senjata, sesuai pengakuan korban. Dua kejadian tak wajar ini, membuat marah pengemudi bentor. Dan melakukan unjuk rasa di hadapan Kantor Walikota Gorontalo, pasca bertolak dari Kantor Mapolres Gorontalo Kota Selasa kemarin.

Dihadapan sejumlah pejabat Setda Kota Gorontalo, berbagai tuntutan disampaikan Iwan Abdullatif, Presiden Bentor. Diantaranya, meminta Pemkot Gorontalo untuk membuat batas wilayah, operasi baik bentor dengan grab. Serta meminta Pemkot Gorontalo, untuk mengeluarkan kebijakan tegas terhadap aksi yang dilakukan oknum pengemudi grab.

“Jika tuntutan kami tidak bisa dipenuhi oleh unsur aparat terkait, baik itu Polda Gorontalo, Polres Gorontalo Kota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo dan Pemerintah Kota Gorontalo. Maka, jangan salah kami jika semua pengemudi bentor akan melakukan aksi-aksi yang tak diinginkan oleh aparatur terkait. Seperti, melakukan Sweeping tehadap semua pengemudi grab, dan memasang patok bambu runcing terpasang Bendera Merah Putih, juga beroperasi tidak mematuhi aturan lalulintas,” tegas Iwan.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.