Dibalik Euforia Kelulusan, Aksi Coret, Pesta Miras dan Seks Bebas

beberapa siswa yang sedang merayakan kelulusan ditempat wisata hingga malam hari

RadarGorontalo.com – TRADISI atau luapan kegembiraan. Yang jelas, disetiap euforia atau perayaan kelulusan siswa SMA/sederajat di semua belahan Indonesia, mayoritas dilakukan dengan bersenang-senang. Tidak terkecuali di Gorontalo.

Laporan: Sabrin Maku, Gorontalo

MIRIS, namun demikianlah fenomena yang berkembang, lebih dari 20 tahun terakhir di Kota Gorontalo, dalam menyikapi kelulusan siswa SMA/sederajat. Dimana, mulai dari aksi corat-coret pakaian seragam, ngebut di jalanan, hingga berakhir atau melepaskan penat lelah di kawasan wisata, baik secara bergerombol atau dalam kelompok-kelompok kecil, sudah menjadi hal yang biasa. “Tapi, kami tidak sampai malam hari, ber-euforia merayakan kelulusan SMA itu, seperti kelulusan SMA saat ini. Karena, sudah diingatkan mama dan papa, agar jangan pulang selepas Magrib,” kata Wari, Nana dan Wahid, tiga alumni SMA Negeri 3 Kota Gorontalo, angkatan 1993, mengenang kelulusan mereka di 25 tahun silam. “Corat-coret pakaian sih, sudah ada di zaman kami. Namun ending-nya, yah, cuma kumpul-kumpul, atau makan-makan di rumah teman. Itu saja, hehehe,” kenang mereka, kemarin.

Berbeda dengan pemandangan euforia kelulusan yang digelar oleh sejumlah siswa-siswi SMA dari sekolah berbeda, di berbagai kawasan di wilayah Kota Gorontalo, kemarin. Dimana, tidak hanya aksi corat coret pakaian seragam dan bergerombol berkendaraan di jalan, hingga berakhir di sejumlah kawasan, seperti pantai dan obyek wisata lainnya. Namun untuk melakukan aksi maksiat pun, mereka tidak malu lagi. Mulai dari pesta minuman keras (miras), hingga  sex bebas pun, diakui mereka, bukan lagi hal yang tabu.

Hal-hal seperti itu, nampak dari pantauan RADAR Gorontalo di salah satu kawasan pantai, di perbatasan wilayah Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, semalam. Yang pemandangannya, sejak sore hingga tadi malam, mayoritas dipenuhi oleh mereka yang berpakaian abu-abu, baik berkelompok, maupun berpasangan, menggunakan roda dua hingga kenderaan roda empat. Mereka tidak sekedar berfoto selfie, atau bercengkrama dengan di iringi alunan musik menghentak dari mobil mereka. Namun terlihat beberapa diantara mereka, berkumpul menegak miras, hingga ada yang berpasang-pasangan. “Huuu.. selamat tinggal Putih Abu-Abu, makasih sayang, sudah menemani malam ini,” demikian, ucap seorang siswi pelajar, sebut saja Cinta, sambil memeluk seorang teman lelaki sesama pelajar, yang diduga pula sebagai kekasihnya, di salah satu sudut dari pantai itu. “Hari ini (kemarin, red), saya sangat bahagia dengan hasil UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Karena, kami sama-sama lulus. Dan, kami merayakan bersama kelulusan ini,” kata Cinta, saat disapa RADAR.

Diakui Cinta, status pacaran dengan kekasihnya itu, sudah berjalan selama mereka duduk dibangku SMA. Dan dia mengaku, bercinta dengan kekasihnya ditempat yang gelap, bukan lagi hal yang tabu bagi mereka. Bahkan, mereka mengaku telah sering melakukan hubungan intim layaknya suami istri. “Torang (kami) hanya bayar Rp 5000 untuk masuk di pantai ini, dan tidak ada penjaga yang mengawasi sampai di bibir pantai ini. Jadi, torang bebas disini,” sahut pacar Cinta, menimpali.

Meski demikian, dari sekian euforia menyikapi kelulusan siswa SMA/sederajat yang serentak digelar di berbagai pelosok dan wilayah se provinsi Gorontalo kemarin, ada secuil harapan dan simpati bagi mereka, generasi pelanjut pembangunan di provinsi Gorontalo. Yakni, di MAN Insan Cendekia. Dimana, para siswa-nya yang dinyatakan lulus, melakukan kegiatan positif, dengan spontan melakukan sujud syukur bersama. (*/rg)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.