Di Tabongo Timur, Roem Kono Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs. H, Roem Kono, memimpin sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kantor Desa Tabongo Timur.

RadarGorontalo.com – “Ternyata makna empat pilar kebangsaan di pelosok desa, lebih kental ketimbang di Kota. Buktinya, banyak masyarakat yang tidak sekedar hafal dan tahu akan empat pilar bangsaa ini. Akan tetapi, senantiasa mengimplementasikannya pada kehidupan sehari-hari, seperti masyarakat di Desa Tabongo Timur,” ucap Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H, Roem Kono, saat diwawancarai usia memberikan testimoni pada masyarakat tentang empat pilar kebangsaan, Sabtu (30/06).

Beragam persoalan di bidang politik, ekonomi, hukum, sosial dan budaya, seakan tidak pernah berhenti menerpa bangsa ini. Jika kondisi tersebut tidak segera dicarikan solusinya, lambat laun akan mengikis persatuan nasional. Dan yang tidak kalah memprihatinkan, konflik horizontal dapat berujung pada tragedi kemanusiaan. Inilah menjadi salah satu alasan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs. H, Roem Kono, menggelar sosialisasi empat pila kebangsaan di semua penjuru desa di Gorontalo.

Berbagai ancaman yang mulai timbul di era yang semakin canggih ini, seperti aksi teror bom yang dilakukan oknum kelompok radikal. Gorontalo sendiri sebagai daerah pemilihannya, tentu sudah mulai merasakan hal negativ tersebut. Yang dibuktikan dengan ditangkapnya tiga terduga teroris oleh Densus 88 Mabes Polri, di Kecamatan Tibawa belum lama ini. Serta ancama-ancaman lain, dengan adanya informasi barang yang dicurigai sabagai bom.

“Peristiwa terakhir yang saya dengar, dugaan ancaman teror bom yang diterima pihak Kantor Pajak Gorontalo. Kejadian ini mungkin cukup dijadikan sebagai pijakan, untuk merefleksi kembali urgensi empat pilar kebangsaan, dalam kehidupan sehari-hari bangsa kita,” terang Roem Kono.

Dihadapan ratusan masyarakat setempat, Roem mengatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika adalah khazanah tak ternilai warisan para pendiri bangsa. Sebuah formula, yang sudah teruji dan terbukti ampuh mewadahi segenap kepentingan, visi, misi, serta cita-cita luhur di balik proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. “Pancasila merupakan konsep yang mengandung gagasan, cita-cita, nilai dasar yang bulat, utuh, dan mendasar mengenai eksistensi dan hubungan manusia dengan lingkungannya, sehingga dapat dipergunakan sebagai landasan dalam hidup. Dan saya bangga di Desa Tabongo Timur ini, masyarakatnya mengamalkan Pancasila,” tutur Roem Kono. (RG).

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.