Di Kota Gorontalo, 175 Wanita Terdeteksi Mengidap Kanker Serviks

RadarGorontalo.com – Kanker serviks jadi penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung koroner, bagi kaum wanita. Setiap dua menit, satu perempuan meninggal karena kanker ini. Di negara berkembang seperti Indonesia, kanker serviks jadi salah satu penyebab utama kematian. Ketua TP PKK Kota Gorontalo Jusmiati Taha K. Demak mengimbau, agar semua wanita di Kota Gorontalo untuk melakukan deteksi dini atas penyakit mematikan tersebut. “Karena dari data yang berhasil diperoleh dari instansi terkait, dari 478 orang yang diperiksa, ada sebanyak 175 orang yang terdeteksi mengidap kanker serviks,” ujar Jusmiati, saat menyampaikan sambutan di acara sosialisasi pap smear maupun Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Rabu (30/08) kemarin di gedung Banthayo Lo Yiladia (BLY) Rudis Walikota Gorontalo.

Sosialisasi prosedur pap smear lebih banyak dikenal kalangan luas, karena banyak rumah sakit swasta yang menyediakan layanan pap smear. Sedangkan inspeksi IVA kurang diminati karena prosedurnya kurang dikenal. Padahal, metode IVA ini mudah, murah, dan memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker hingga 90 persen. Metode IVA ini dilakukan dengan cara inspeksi visual pada serviks, yang diberi asam asetat atau dikenal dengan asam cuka. Setelah dilihat posisinya, leher rahim dipulas dengan asam asetat kadar 3-5 persen, selama 1 menit. “Proses ini tidak menyakitkan. Hasilnya langsung diketahui saat itu juga, antara normal (negatif), atau positif (ada lesi pra-kanker). Jika ada kelainan, plak putih akan muncul pada serviks. Plak putih ini yang harus diwaspadai sebagai luka prakanker,” jelasnya.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.