Di Gorontalo, Paspampres Gadungan Dikeroyok Warga

Paspamres gadungan Muhamad Nur (tengah) saat diamankan Anggota Koramil 1304-12 Atinggola, yang sudah meresahkan masyarakat. (Kadek Sugiarta)

RadarGorontalo.com – Anggota Koramil 1304-12 Atinggola mengamankan MN alias Nur warga Palu Sulawesi Tengah, yang mengaku anggota TNI dan pertugas sebagai Pasukan Pengamanan Presidan (Paspampres) dengan tujuan untuk mengamankan pekerjaan proyek agar tak ada yang menggagu. “Bersangkutan telah kami serahkan kepada pihak Kepolisian Polsek Atinggola, untuk dimintai keterangan,” ujar Anggota Koramil Atinggola Kopda Akmal, saat mengamankan Paspamres gadungan bersama dua Kepala Desa.

Ia mengatakan, pelaku ditangkap atas dasar laporan masyarakat, karena sudah meresahkan warga yang berada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Gentuma, dengan sifatnya arogan. Paspamres gadungan ini juga, tinggal bersama pacarnya sudah selama satu bulan. Ceritanya, Anggota Koramil bersama Kepala Desa Ketapang
Suryanto Bakari dan Kepala Desa Pasalae Hamzah Tatu, melakukan pengecekan terhadap pelaku di TPI Gentuma.

Setelah dilakukan pengecekan, benar jika ada seorang yang mengaku Paspampres dan sementara dinas luar. Setelah ditemui anggota Koramil, Paspamres gadungan itu tak kehabisan akal, dia seakan-akan menelpon dan memarahi anggota 713/ST dan Dansub Denpom, dengan tujuan untuk mengelabui anggota Koramil yang datang di lokasi.

Namun upaya itu gagal, karena sikap dan gerak-geriknya dicurigai anggota Koramil. Hingga akhirnya anggota Koramil langsung mengamankan yang bersangkutan dan dibawa ke Koramil 1304-12/Atinggola. Pada saat diamankan, warga yang ada di lokasi tersebut, langsung melakukan pemukulan terhadap pelaku, karena merasa kesal dengan ulah pelaku.

Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengaku dirinya bekerja sebagai wiraswasta. Alasan dirinya mengaku Paspamres, kepada rekan kerja dan masyarakat yang berada dilokasi, karena dirinya sebagai penanggung jawab alat berat dari PT. Borneo Beruang Sakti. “Saya disuruh untuk mengaku Paspamres, karena disuru oleh pak Arif dan pak Yhuda, alasanya agar tidak ada yang menganggu saya dalam proyek dan pekerjaan saya,” akuinya. Kemudian Paspamres gadungan ini, diserahkan kepada Pihak Polsek Atinggola untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.