Di Gorontalo Banyak Orang Gila, Ini Datanya…

ilustrasi
ilustrasi (Anwar/RG)

RadarGorontalo.com – Keberadaan orang gila atau kurang waras, alias mereka yang sakit ingatan, atau yang menderita gangguan jiwa di seluruh wilayah atau di 6 kabupaten/kota se provinsi Gorontalo, berjumlah total 556 orang. Dimana, yang terbanyak ada di wilayah Kota Gorontalo, sebanyak 146 orang. Dan, yang paling sedikit, berdomisili atau terdata berada di wilayah kabupaten Pohuwato, yakni sebanyak 40 orang.

Dari data tersebut, ada yang tengah menjalani perawatan. Namun ada pula yang dalam kondisi di pasung atau dicekal keberadaannya oleh pihak keluarganya masing-masing, guna menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di kelompok sosial masyarakatnya masing-masing. Dimana, jumlah total mereka yang tengah dalam pasungan saat ini, sebanyak 102 orang. Adapun yang ditangani pihak medis sebanyak total 101 orang, dan mereka yang bebas pasungan, sebanyak 83 orang.

Hal itu terungkap dan berkembang dalam pembahasan APBD provinsi Gorontalo tahun anggaran 2017, untuk Dinas Kesehatan (Dikes) provinsi Gorontalo, antara jajaran Badan Anggaran (Banggar) Deprov dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov, bersama jajaran Dikes Provinsi Gorontalo sendiri, Kamis (24/11). Dimana, dari data keberadaan para orang gila ini, turut menuai perhatian dari jajaran Banggar Deprov, agar ada alokasi penganggarannya di 2017, khusus menangani keberadaan para orang gila ini.

Seperti dalam bentuk ketersediaan para dokter-dokter spesialis penyakit syaraf, kebutuhan sarana prasarana, dan kelengkapan peralatan medisnya. “Untuk sementara, yang tercover, baru ketersediaan rumah sakitnya, yakni di rumah sakit Tombulilato, kabupaten Bone Bolango. Adapun untuk kebutuhan tenaga dokter spesialisisnya, untuk saat ini, belum ada. Serta daya dukung, untuk kebutuhan alkes (alat-alat kesehatannya),” ungkap 2 anggota Banggar Deprov, AW Talib dan Alifudin Djamal, kemarin. “Olehnya, kami mendukung, bila Deprov mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan penanganan mereka yang menderita penyakit syaraf atau hilang ingatan ini.

Agar dapat kembali sembuh seperti sedia kala, dan bisa beraktivitas di tengah-tengah masyarakat luas. Minimal ada dana sharing antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten Bone Bolango, terkait kebutuhan anggaran, untuk penanganan orang-orang gila ini,” harap kedua politisi dari PPP dan PDIP ini, senada. “Alokasi anggarannya, tidak sekedar pada saat selama penanganan medis, namun juga pasca penyembuhannya. Agar mereka benar-benar dinyatakan sembuh total, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” pungkas keduanya. (rg-28)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.