Desa Potanga Dihantam Banjir

Banjir yang menghantam Desa Potanga Kecamatan Botumoito, Kamis(28/7)malam. (FOTO : RONALD RAMPI/RG)
Banjir yang menghantam Desa Potanga Kecamatan Botumoito, Kamis(28/7)malam. (FOTO : RONALD RAMPI/RG)

RadarGorontalo.com – Hujan yang mengguyur Kabupaten Boalemo pada Kamis(28/7) malam, lagi-lagi membuat Desa Potanga Kecamatan Botumoito tergenang. Ketinggian air mencapai 60 sentimeter atau setinggi paha orang dewasa. Air merendam puluhan rumah yang berada di tepi sungai, tepat di jalur Trans Sulawesi. Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum RADAR Gorontalo, air menerjang Desa Potanga sejak pukul 20.00 WITA. Selain merendam puluhan rumah, air juga menggenagi jalur Trans Sulawesi yang berakibat pada terhambatnya arus lalu lintas. Bahkan, dari pantauan di lapangan, beberapa kendaraan khususnya roda dua terpaksa digotong oleh warga sekitar dan dibantu juga oleh sejumlah petugas kepolisian dari Polres Boalemo, karena mogok. Hingga Kamis malam sekira pukul 23.45 WITA, air nampak masih menguasai pemukiman warga dan jalur Trans Sulawesi. “Desa Potanga ini memang langganan banjir.Setiap musim hujan, pasti sungai disini meluap dan menggenangi rumah warga,” ungkap Usman, salah seorang warga Potanga ketika diwawancarai RADAR Gorontalo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boalemo Mus Moha yang dihubungi RADAR Gorontalo mengaku, sejak mendapatkan informasi banjir di Desa Potanga, pihak BPBD langsung terjun ke lapangan. “Kita melakukan evakuasi dan pemantauan langsung. Namun, warga masih bersikukuh tetap berada di rumah masing-masing,” ungkap Mus. Ditambahkannya, pihak BPBD juga telah melakukan pendataan terhadap dampak banjir sejak Jumat(29/7) pagi. Ia menuturkan, saat ini pihak BPBD masih sebatas melakukan pendataan, yang kemudian hasilnya akan diajukan kepada pemerintah daerah, provinsi maupun pusat untuk mendapat tindaklanjut. “Kita memang sebatas pendataan dulu. Untuk bantuan masih kami upayakan. Karena, kami masih mau ajukan ke pemerintah. Untuk dana standbye, kami belum ada,” ujar Mus.

Ditanya soal upaya yang bakal dilakukan oleh pemerintah daerah, mengingat Potanga menjadi kawasan yang langganan banjir, Mus Moha menyatakan akan membahas lebih lanjut hal ini dengan kepala daerah dan instansi terkait. “Beberapa waktu lalu, pak Bupati dan pak Wabup juga menginstruksikan untuk instansi terkait membahas rencana pengalihan arus sungai Potanga. Dan, kami akan upayakan,” tegasnya. (RG-59)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.