Depresi Berat, IRT Gantung Diri

AH (34) ibu rumah tangga, meninggal gantung diri.

GORONTALO (RADAR) – Diduga depresi karena anaknya yang meninggal, plus penyakit menahun yang diidap, seorang ibu muda di Desa Meranti Kecamatan Tapa, memilih mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri.

Ini terjadi, Sabtu (3/6) pukul 17.30. Korban berinsial AH (34). Menurut pengakuan Ramin Teyebu (35), (suami korban), sebelum mendapati istrinya gantung diri, Ramin sempat mengajak korban untuk makan bersama.

Ramin menduga, istrinya nekat mengakhiri hidupnya karena depresi. Sebelumnya, anak mereka meninggal dunia, dan sang istri dirundung duka mendalam. Apalagi, korban juga mengidap penyakit.

Sejak sang anak meninggal, beberapa waktu terakhir korban terlihat berperilaku sedikit aneh. “Isteri saya belum lama melahirkan, dan lima hari kemudian anak kami meninggal. Sempat 4 bulan lalu, isteri saya mengeluhkan rasa sakit di tubuhnya, namun setelah dibawa ke dokter, hasilnya negatif. Istri saya tidak mengidap penyakit apapun,” jelas Ramin.

Sedangkan kronologi dari kejadian itu, Ramin mengungkapkan itu terjadi saat dirinya tengah mempersiapkan makanan pada pukul 16.00 WITA. Setelah itu memanggil isterinya untuk makan, namun dari ruang kamar tak ada sahutan jawaban. Dengan penasaran, lantas Ramin naik ke atas meja makan, dan melihat isterinya dari fentilasi kamar. Yang terlihat leher sang istri sudah terjerat tali. Dengan cepat Ramin mendobrak pintu kamar itu.

Kapolres Bone Bolango AKBP Robin Lumban Raja. Sik. M.si, membenarkan. “Dalam posisi setengah tergantung di atas tempat tidur, korban juga mengeluarkan air liur,”jelas Robin. “Unit identifikasi Sat Reskrim Polres Bone Bolango sudah kami kirim ke TKP untuk laksanakan olah TKP,” timpalnya. (rg-62)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *