Demo di KPU Nyaris Ricuh

Demo dihadiri ribuan masyarakat tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hukum dan Demokrasi pada Senin, (9/1)

Massa Tuntut Bawaslu Bertindak Tegas

RadarGorontalo.com – Aksi demo Aliansi Masyarakat Peduli Hukum dan Demokrasi, di kantor KPU Provinsi Gorontalo, Senin (9/1), sempat memanas bahkan nyaris ricuh. Demo kemarin, untuk memprotes putusan KPU yang meloloskan salah satu kontestan sebagai peserta pilgub, yang menurut demonstran berkasnya kurang lengkap.

Aksi memanas, saat dialog antara massa aksi dengan Ketua KPU. Kala itu, salah seorang perwakilan massa aksi Fanli Katili sempat mengajukan pertanyaan dengan nada suara sedikit tinggi. Tiba-tiba, salah seorang bukan dari massa aksi masuk, yang kemudian menunjuk-nunjuk perwakilan demonstran yang sedang duduk. Sontak, itu memicu keributan. Untung, aparat polisi yang berjaga dengan sigap menenangkan situsasi.

Sementara itu, dalam orasinya di depan kantor Bawaslu, massa aksi mendesak Bawaslu Provinsi mengeluarkan rekomendasi untuk KPU, agar membatalkan pasangan calon NKRI yang dianggap berkasnya tak lengkap. Karena sesuai aturan, terkait status hukum calon gubernur, yang harus dimasukkan adalah salinan putusan, bukan sebatas petikan. “kami minta, Bawaslu Provinsi Gorontalo untuk bertindak tegas, menyikapi tuntutan ini,” ungkap salah seorang orator. bahkan mereka sempat menyebut, KPU sudah membohongi Bawaslu.

Sementara itu, Hariadi salah seorang komisioner Bawaslu, kepada massa aksi mengatakan, kalau persolaan itu masih dikaji. (rg-54)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *