DAU Gorontalo Jangan Ditunda

ilustrasi (Anwar)
ilustrasi (Anwar)

Kemenkeu Salah Hitung

RadarGorontalo.com – Ketua Deprov Gorontalo, Paris RA Jusuf, mencatat, ada 5 alasan, Dana Alokasi Khusus (DAU) untuk Provinsi Gorontalo, sebesar Rp 96 Miliar, tidak perlu dilakukan penundaannya, dari pemerintah pusat, sebagaimana yang terangkum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 125 oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Alasan pertama, menurut Paris, adalah Kemenkeu dinilai salah melakukan perhitungan terhadap besaran dana Sisa Lebih Penggunaan APBD (Silpa) di tahun anggaran 2015. “Yang seharusnya Rp 68 Miliar, namun dari perhitungan Kemenkeu sebanyak Rp 356 miliar.” ungkap Paris.

Yang kedua, alasannya dinilai Kemenkeu juga salah menghitung pengucuran DAU, khususnya untuk Juli.

Sementara untuk alasan ketiga, lanjut Paris lagi, Kemenkeu tidak mempertimbangkan pembiayaan terhadap pelaksanaan Pemilukada serentak 2017 dalam APBD 2016. “Padahal anggaran untuk mendukung pembiayaan sangat besar, yakni mencapai sekitar Rp 73 miliar.” sahut Paris. “Untuk alasan ini, sangat kuat. Dan rupanya Kemenkeu tidak mempertimbangkan hal ini,” imbuh Sekertaris DPD 1 Partai Golkar Provinsi Gorontalo ini.

Alasan keempat, menurut Paris, dalam melakukan penerimaan pendapatan daerah, Kemenkeu melakukan perhitungan yang lebih tinggi dari realisasi sebenarnya. Sehingga dipandang APBD Provinsi memiliki keleluasaan fiskal.

Dan alasan yang kelima, Paris menilai karena Kemenkeu menduga serapan anggaran untuk Gorontalo masih rendah. “Padahal serapan Gorontalo, justru paling tinggi,” jelas dia “Olehnya, terkait 5 alasan ini, akan menjadi poin kita untuk terus memperjuangkan pembatalan dari penundaan DAU provinsi Gorontalo dari Kemenkeu RI ini.” tandasnya.

Terkait penundaan DAU, memang berdampak signifikan terhadap proyek-proyek besar. Namun, tak semua seperti itu. Seperti diutarakan oleh dua instansi vertikal dibawah kementrian PUPR. Menurut Arsin KTU BWSS II Gorontalo, dirinya mengatakan, penundaan DAU tak akan berdampak pada proyek-proyek sifatnya strategis. Seperti pembangunan bendungan Randangan dan revitalisasi Danau Limboto. Hal senada juga diakui Romul Kasatker Balai Jalan. Walaupun diakui tak akan pengaruhi proyek-proyek strategis, tapi akan ada proyek-proyek khususnya jalan akan berkurang volumenya. (ay1/rg)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.