Data Pemilih Mendekati Aman

ilustrasi
ilustrasi

Coklit Diatas 89,44 persen

RadarGorontalo.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo, melalui KPU Kabupaten / Kota tidak henti-hentinya melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) pemutakhiran data pemilih untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo 2017 mendatang. Buktinya sampai dengan saat ini pemutahiran data pemilih sudah mencapai tembus diangka 89,44 persen.

Anggota KPU Provinsi Gorontalo Verryanto Madjowa, menjelaskan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di enam kabupaten/kota terus merampungkan Coklit bersama Panitia Pemungutan Suara (PPS). Dijelaskannya, petugas bekerja siang dan malam, bahkan di hari libur, termasuk lebaran Idul Adha, petugas terus melakukan pemutahiran data pemilih. “Semangat dan profesionalisme petugas ditingat bawah ini, kami sangat apresiasi. Ini semua tujuannya untuk menciptakan demokrasi yang handal di Gorontalo,” ketusnya.

Bahkan sampai Selasa (27/9), masing-masing PPDP Kabupaten dan Kota terus melakukan coklit, seperti yang dilakukan PPDP di Kabupaten Gorontalo dimana Coklit yang sudah dilakukan sudah mencapai 100 persen. Untuk Kabupaten Bone Bolango coklit mencapai 94,04 persen, Kota Gorontalo 93,27 persen, Kabupaten Gorontalo Utara 92,33 persen, Kabupaten Pohuwato 84,84 persen dan Kabupaten Boalemo baru mencapai 72,19 persen.

“KPU kabupaten/kota juga sudah mulai membersihkan data pemilih ganda antar kabupaten/kota,” ketusnya sembari menambahkan, mulai pekan ini data ganda yang nantinya ditemukan sudah akan dicoret oleh petugas. Data pemilih ganda di dalam desa/kelurahan dan antar kecamatan juga dibersihkan.

Lebih lanjut Verry, memaparkan pemilih yang terdaftar lebih dari satu tempat tinggal, harus memilih salah satu tempat tinggalnya yang dicantumkan dalam daftar pemilih berdasarkan KTP elektronik atau surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Karena sesuai data yang ada, terdapat pemilih ganda yang sudah mengurus KTP elektronik di dua daerah. Sehingga pemilih ini harus menentukan salah satu tempat di mana akan memilih. Sementara pemilih ganda lainnya kata Verry lagi, ada yang sudah memiliki KTP elektronik, di daerah lainnya, sehingganya petugas memberisihkan data di daerah yang tidak berdasarkan KTP elektronik atau surat keterangan. Karena setiap pemilih yang berdomisili di daerah pemilihan, harus dibuktikan dengan KTP elektronik atau surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *