Data 65.018 ribu Penduduk Gorontalo, Terancam Dihapus

E-KTP. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

RadarGorontalo.com – Terhitung 31 Desember 2017, masyarakat yang belum mengantongi e-ktp, akan dihapus dari data kependudukan. Dalam Raker KPU Provinsi Gorontalo, Jumat (20/10), terungkap, sedikitnya ada 65.018 ribu jiwa penduduk Gorntalo, yang hingga hari ini belum melakukan perekaman e-ktp.

Diakui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Gorontalo Asri Banteng, bahwa kesadaran masyarakat untuk mengurus E-ktp, masih minim. Padahal, sudah segala cara dilakuka dukcapil untuk mengajak masyarakat melakukan perekaman. Lihat saja, dari 1.166.953 juta penduduk Provinsi Gorontalo, tercatat masih sebanyak 65.018 ribu jiwa, yang belum melakukan perekaman.

“Kita sudah jemput langsung dengan mobil, untuk melakukan perekaman, namun sebagian masyarakat tetap tak mau. Alasannya, mereka hanya petani dan tidak membutuhkan KTP,” ujar Asri, kala memberikan materi di Raker KPU Provinsi Gorontalo. Itu belum ditambah dengan kedala-kendala seperti, banyak masyarakat yang sudah tidak berada di desa tempat tinggal. Bahkan sudah beberapa tahun, meninggalkan desa tanpa meminta surat pindah.

Lebih lanjut Asri, menjelaskan Dukcapil saat ini menggenjot perekaman E-ktp, hingga bulan Desember mendatang. Karena sesuai kontrak dengan Direktorat Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil, bersama Dukcapil seluruh Indonesia perekaman sudah mencapai 100 persen pada bulan Desember. Sebab kata Asri, 31 Desember 2017, yang belum melakukan perekaman E-ktp akan dihapus data kependudukan yang bersangkutan. Alasan inilah yang mendasari Dukcapil, terus mengupayakan agar masyarakat melakukan perekaman.

Sementara itu Anggota KPU Provinsi Gorontalo Ahmad Abdullah, menjelaskan dalam Raker KPU ini, dilakukan pembahasan Dim, substansi materi dan evaluasi perubahan jumlah penduduk dan wilayah serta penataan daerah pemilihan DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Karena KPU berhubungan dengan Dukcapil terkait data penduduk, maka KPU juga menghadirkan pemateri dari Dukcapil Provinsi Gorontalo.

Sementara untuk jumlah kursi di DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang, belum terjadi perubahan jumlah. “Jadi jumlah kursi baik itu di provinsi dan kabupaten/kota, tidak terjadi perubahan. Karena bertambahnya jumlah kursi, tergantung dari jumlah penduduk. Sesuai pemaparan dari Dukcapil, jumlah penduduk Gorontalo tak mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan seperti di Kabupaten Gorontalo, cenderung menurun setelah dilakukan pendataan ulang,” kata Ahmad. (rg-60)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *