Dana Kartu Sejahtera Bermasalah, Dekot Gorontalo Usut Utang Rp. 8,5 Miliar

RadarGorontalo.com – Pelaksanaan layanan kesehatan bagi masyarakat pemegang kartu sejahtera yang selama ini dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo dibawah kepemimpinan Marten Taha-Budi Doku (Madu) diduga bermasalah.

Salah satu persoalan yang paling krusial adalah besarnya jumlah tagihan atau utang untuk melunasi biaya tenaga dokter, obat-obatan, biaya rawat jalan maupun rawat inap bagi pasien pemegang kartu sejatera. “setelah kami konfirmasi ke pihak Rumah Sakit Aloei Saboe, ternyata total tagihan itu lebih kurang Rp. 8,5 miliar.” ungkap anggota DPRD dari PDIP, Ariston Tilameo.

Sehingga itulah, melalui rapat bersama pimpinan DPRD, pimpinan fraksi dan pimpinan komisi, maka disepakati untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus). “tugas pansus adalah mengusut utang itu.” jelasnya. Memang kalau melihat program tersebut, maka tagihan Rp. 8,5 miliar ini seharusnya dibayar oleh Pemkot Gorontalo sebagai pelaksana dari program kartu sejahtera.

Apalagi pelaksanaan program kartu sejahtera ini dijalankan sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwako) Gorontalo nomor 32 tahun 2014 dan Instruksi Walikota Gorontalo nomor 100/Pem/123/2016 yang ditandatangani langsung oleh Walikota Gorontalo Marten Taha. “iya benar, makanya pansus akan menelusuri semua itu. Kenapa belum dilunasi dan siapa yang harus melunasi utang ini, semua akan ditelusuri oleh Pansus.” tegas Ariston.

Hal senada ditegaskan anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN), Lukman Alinti yang sangat menyayangkan adanya tagihan utang Rp. 8,5 miliar yang disebabkan oleh kartu sejahtera. “ini preseden buruk dan sangat memalukan.” kata Lukman yang juga salah satu pengusul pembentukan Pansus.

Lukman melihat tagihan Rp. 8,5 miliar ini sudah sangat susah untuk dilunasi. “kecil kemungkinan tagihan utang ini dilunasi oleh Pemkot maupun lembaga penjamin seperti BPJS Kesehatan, karena terkendala tidak adanya regulasi/peraturan daerah.” ujarnya. Sehingga itulah, Lukman dengan tegas mengatakan Pansus akan bekerja keras mengeruk masalah ini sampai keakar-akarnya. “ini masalah besar dan harus dituntaskan.” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD dari Partai Gerindra, Onis Djafar mengaku pembentukan Pansus ini sangat penting, karena masalah terkait dengan tagihan program kartu sejahtera ini sudah berkembang diluar dan sangat meresahkan rakyat. “Pansus ini adalah bukti kami bekerja untuk rakyat, dan kami akan tuntaskan masalah ini sampai selesai.” tegas Onis. (RG-46)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.