…dan Radar Gorontalo pun Bertahan…

Elnino Mohi saat bernyanyi pada Grand Opening INN Tower Radar Gorontalo

Oleh : Elnino – Wartawan Radar Gorontalo (ex officio)

RadarGorontalo.com – Ketika digitalisasi melanda dunia dalam dekade terakhir, banyak koran cetak harian yang gulung tikar. Perkembangan teknologi menyebabkan manusia mudah beroleh informasi secara online, bahkan dengan sangat cepat, menjadikan isi dari media cetak ketinggalan momen. Beberapa ahli memperkirakan bahwa media sosial (FB, WA, IG, Tw, WCh, Line, dll) akan merajai dunia dan memaksa media “lama” (TV, Radio, media cetak) tutup – cepat atau lambat.

Saya yang sedang bertugas di Komisi 1 DPR RI (yang juga membidangi pers & teknologi informasi) membayangkan bahwa semua media cetak bakal menjadi sekadar sejarah, cepat atau lambat. Mereka akan gulung tikar atau tergulung dengan sendirinya.

Namun, ternyata….

Radar Gorontalo bertahan….bahkan membangun kantor senilai hampir Rp. 5 miliar! Ini unik…. Ini bisa dimasukkan dalam kategori “ajaib”. Hare genneee, gitu lho! Saya sendiri terpana, terheran, bahkan tak habis pikir, kok bisa Radar membangun gedung Indonesian News Network (INN) Tower di saat nyaris semua orang memandang pesimis masa depan media cetak. Hanya butuh waktu dua tahun bagi Radar Gorontalo untuk membangunnya! Pakai frase orang Gorontalo, inilah yang namanya “sungguh amat sangat benar-benar luar biasa sekali!”. 🙂

Ketika saya bertanya kepada Haji Lala (Raden Syarif Abdillah) Pemimpin Radar Gorontalo, dia hanya menjawab singkat. “Anugerah Allah SWT dan ketekunan. Hanya itu modal kita (Radar Gorontalo). Alhamdulillah kita telah membuktikan betapa sesuatu yang besar dapat kita capai tanpa bermodalkan uang,” tuturnya.

Maka terbangunlah gedung INN Tower pertama yang berada di bawah INN. Kebanggaan buat Gorontalo, kebanggaan buat INN. Tak heran bila Komisaris Utama INN, pak Imawan Mashuri sendiri yang datang ke Gorontalo untuk meresmikan INN Tower itu bersama Gubernur Gorontalo.

Menurut pak Haji Lala, uang bukanlah penyebab suatu kesuksesan. Uang itu akan datang dengan sendirinya, dari berbagai jalan, apabila kita tekun, fokus dan tak mau berhenti berharap sambil berdoa. Prinsip yang keren inilah yang memampukan Haji Lala, Mohamad Sirham, Sahril Rasid dan seluruh kru…dan Radar Gorontalo pun bertahan… bahkan mampu membangun gedung di tengah sorot pandang pesimis orang-orang.

Ini pelajaran penting bukan hanya bagi pebisnis media cetak. Ini pelajaran bagi kita semua. Bagi pengusaha, bagi politisi, bagi pejabat, bagi petani, nelayan, buruh, guru, PNS, karyawan, dll. Jangan pernah berhenti berharap…jangan pernah berhenti berusaha…jangan pernah berhenti berdoa. Sekali lagi, uang bukan penyebab.

Terimakasih kepada pak Haji Lala dan seluruh sahabat di Radar Gorontalo atas pelajaran yang “sungguh sangat amat benar-benar luar biasa sekali”… 🙂 (**)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.