Ming. Mei 26th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Dahsyatnya Aksi 212

2 min read
Warga Gorontalo dalam aksi bela islam III
Warga Gorontalo dalam aksi bela islam III

RadarGorontalo.com – Aksi bela Islam III, Jumat (2/12), adalah aksi paling dahsyat dan menginspirasi begitu banyak orang, khususnya umat Islam. Umat Islam asal Gorontalo pun tak mau ketinggalan. Mulai dari ibu-ibu pengajian, politisi, pengusaha, mahasiswa hingga ASN, terlihat dalam aksi super damai yang digelar di Monumen Nasional (Monas).

Jumlahnya pun sulit diprediksi. Laporan kru Radar Gorontalo yang ikut aksi di Jakarta kemarin, diluar peserta resmi yang terdaftar sebanyak 678 orang yang datang dua hari sebelumnya, banyak juga warga asal Gorontalo yang datang sehari sebelum dan berangkat Jumat (2/12) pagi. Berbeda dengan peserta aksi daerah lain, warga Gorontalo rata-rata tidak membawa simbol, atau berkumpul di tempat tertentu. Tapi menurut beberapa sumber yang sempat dihubungi, jumlah massa asal Gorontalo yang menyusul, kurang lebih sama dengan berangkat lebih dulu. Bahkan, malam sehari sebelum aksi, terlihat beberapa warga Gorontalo membagi-bagikan konsumsi kepada peserta aksi yang nginap di Monumen Nasional (Monas).

Abdul Haris Salami salah seorang warga Gorontalo yang sempat diwawancara mengaku, dirinya untuk kedua kalinya ikut aksi bela Islam. Yang pertama 4 November, dan kedua 2 Desember. Soal biaya, Abdul Haris mengaku, menggunakan uang pribadi dan keikut sertaan dirinya, hanya untuk satu tujuan, untuk bela Agama dan ikut mendesak penista Alquran di penjara. Agar kedepan tidak ada kasus serupa. Ungkapan serupa juga, disampaikan peserta aksi lainnya. di Gorontalo sendiri, aksi yang bertepatan dengan hari Jumat ini, di beberapa masjid Khotib menyerukan agar umat Islam, ikut mendoakan keselamatan dan kelancaran aksi 212.

Dari Indopos memberitakan, AKSI Bela Islam III menuntut penahanan tersangka penista agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), banjir apresiasi. Salah satunya datang dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, yang tak habis-habisnya memuji jutaan peserta aksi karena tertib dan menjaga kebersihan, serta tidak merusak taman dan tanaman.

“Anda lihat sendiri di CCTV Jakarta Smart City, yang wilayah hijau tidak dilewati sama sekali. Sangat menakjubkan mengingat banyaknya jumlah peserta aksi,” ujar Soni, sapaan akrab Sumarsono, kemarin (2/12). Soni mengaku senang saat melihat peserta doa bersama di Monas. Melalui pantauan kamera CCTV yang dia lihat dari ruang Jakarta Smart City, Sumarsono senang, area taman di Monas tetap hijau karena tidak diinjak-injak peserta doa bersama. Sumarsono juga berterima kasih kepada panitia kegiatan doa bersama yang sudah membantu Pemprov DKI mengamankan kegiatan ini.

Dia mengatakan, Pemprov DKI sudah semaksimal mungkin memfasilitasi peserta doa bersama, misalnya menyediakan mobil air hingga 50 unit, 5.000 kantong sampah yang disebar di berbagai titik, hingga toilet umum. “Kami hanya enggak menyediakan sajadah buat mereka karena banyak sekali, jadi mereka bawa sendiri-sendiri,” kata Sumarsono. Seperti diketahui, sejumlah peserta aksi doa dan zikir bersama 2 Desember yang terkonsentrasi di Lapangan IRTI langsung membersihkan sampah begitu ibadah shalat Jumat selesai.

Mereka terpantau langsung mengumpulkan sampah-sampah ke dalam kantong plastik besar untuk kemudian mengumpulkannya di satu titik. Kondisi ini membuat Lapangan IRTI dengan seketika bersih. Para peserta aksi yang terkonsentrasi di Lapangan IRTI adalah mereka yang awalnya ingin masuk melalui pintu sisi barat daya. Namun, mereka tidak bisa lagi masuk ke dalam kawasan Monas yang terpantau sudah dipenuhi lautan manusia. (rg)

Share

Tinggalkan Balasan