Cerita 7 Relawan Tagana, Pencarian Warga Gorontalo Korban Gempa Lombok

Faouk Said (jenggot putih), bersama relawan Tagana asal Gorotalo, saat berada di tenda darurat depan rumahnya. (f.istimewa)

RadarGorontalo.com – “mohon doa untuk Lombok,saat ini terus diguncang gempa” demikian bunyi pesan yang dikirimkan Rajab salah seorang relawan asal Gorontalo di group whatsapp Tagana Gorontalo. Minggu (19/8), Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) memang diguncang gempa susulan cukup dahsyat. Mulai dari 6,5 skala richter (SR) hingga 7,0 SR. Seperti diberitakan sejumlah media, hingga kini tercatat sudah lebih 800 gempa susulan mengguncang Lombok.

Rizki Ibrahim,  Gorontalo

Sejak 8 Agustus silam, sedikitnya ada tujuh orang relawan yang dikirimkan Tagana Gorontalo untuk membantu seluruh proses penanganan pasca bencana di Lombok. Selain menjalankan tupoksi mereka, ke tujuh orang itu, ikut membantu proses pencarian warga Gorontalo yang sudah menetap disana. Hingga tadi malam, baru satu orang yang ditemukan oleh tim tagana, di salah satu kamp pengungsian.

Sri Hantuti Paramata Koordinator Tagana Gorontalo menuturkan, informasi terakhir yang diperoleh Tagana, baru satu orang yang berhasil ditemukan oleh relawan Tagana asal Gorontalo. Dia adalah Farouk Said yang kini tercatat sebagai warga Suradadi Kecamatan Tentara Kabupaten Limbok Timur. Di Gorontalo sendiri, Farouk tinggal di Kelurahan Limba, kompleks 10 November Kota Gorontalo. Saat ditemui tim tagana, Farouk tinggal di tenda darurat yang dibuat di depan rumah bersama keluarganya. Lokasi Farouk sendiri, berada sekitar 2,5 jam perjalanan dari Desa Tanjung Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara tempat relawan Gorontalo tinggal.

Faouk Said (jenggot putih), bersama keluarganya saat ditemukan relawan Tagana asal Gorotalo, (f.istimewa)

Kabar mengenai adanya relawan asal Gorontalo pun tersebar. Salah seorang Ibu bernama Rita Roswita Daud yang kini tinggal di Mataram, rencananya akan mengunjungi tim relawan Gorontalo, bermaksud membantu mereka mencari warga asal Gorontalo yang tinggal di lokasi gempa. “Soal pemulangan, masih akan dikoordinasikan. Besok Insya Allah, nanti kami akan bantu beri informasi lagi,” tutur Sri Hantuti yang dihubungi dini hari tadi.

Ulun Rapi salah seorang anggota Tagana yang berhasil diwawancara tadi malam menuturkan, hingga kini pihaknya masih waspada akan gempa susulan. Ulun menceritakan, suasana kepanikan pengungsi akibat gempa susulan yang terjadi tadi malam.

Ulun dan rekan-rekannya berada di lokasi pengungsian yang terletak di Lapangan Supersemar Desa Tanjung Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Dirinya pun menceritakan, akibat gempa susulan yang terus terjadi, rata-rata warga tidak ada yang ingin tinggal di dalam rumah, kendati rumah mereka masih hanya mengalami kerusakan ringan. Warga memilih tidur areal terbuka, seperti halaman rumah dan atau lapangan.

Aktivitas Relawan Tagana Gorontalo di Dapur Umum pengungsian Gempa Lombok (f. istimewa)

Besarnya jumlah pengungsi, membuat tenda yang dibangun tidak mampu menampung jumlah keseluruhan warga. Alhasil, banyak yang membangun tenda-tenda darurat seadanya saja. “kalau menurut pemantauan saya, banyak masyarakat minta terpal untuk mereka buatkan hunian sementara depan rumah atau halaman,” ungkap Ulun, yang mengaku belum mendapatkan informasi apakah ada korban akibat gempa susulan atau tidak.

Para relawan itupun berharap, rakyat Gorontalo bisa ikut membantu mendoakan agar musibah ini segera berakhir, serta ikut mendoakan para korban. Uluran bantuan pun diharapkan, untuk bisa meringankan beban mereka. (**/rg)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.