Cemarkan Nama Baik di Sosmed, Bupati Polisikan Mantan Aleg

BUPATI Hamim Pou dan pengacara Dr. Duke Arie saat menunjukan barang bukti postingan HW yang diduga mencemarkan nama baik Bupati Hamim Pou. (foto/iwan-dj)

RadarGorontalo.com – Ditengah-tengah semangatnya membangun kabupaten Bone Bolango, Bupati Hamim Pou mendapat ujian berat yakni adanya pencemaran nama baik terhadap dirinya yang diduga dilakukan HW alias Her melalui jejaring sosial media Facebook.

HW sendiri merupakan tokoh masyarakat Bone Bolango yang juga mantan anggota legislatif (aleg) kabupaten Bone Bolango. Bupati Hamim Pou dalam konferensi pers menjelaskan bahwa tertanggal 14 Februari 2018, saudara HW memposting di akun facebooknya putusan panitera pengadilan Mahkamah Agung dan memberikan komentar yang menyebutkan kasus bansos di kabupaten Bone Bolango melibatkan Bupati. “ini sangat jelas memfitnah dan mencemarkan nama baik saya, karena apa yang disampaikan HW tidak benar.” kata Hamim.

Sehingga itulah, setelah berkonsultasi dengan keluarga dan banyaknya masyarakat yang keberatan dengan postingan itu, akhinya Bupati Hamim Pou mengambil sikap tegas menempuh jalur hukum dan menunjuk Dr. Duke Arie sebagai pengacara. “saya minta ini diproses hukum dan harus diusut sampai tuntas.” tegasnya. Karena menurut Hamim, apa yang diposting HW bukanlah putusan pengadilan, melainkan tuntutan pra peradilan terhadap Bupati Hamim Pou yang tiga kali diajukan dan semuanya ditolak oleh hakim. Memang kata Hamim, HW ini merupakan salah satu relawan H2O tahun 2010 yang kini masih mendekam di lembaga pemasyarakatan yang beberapa bulan lalu menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Hamim Pou melalui Sekda Bone Bolango. “saya sudah maafkan, kemudian HW mengirim inboks berterima kasih ke saya karena sudah memaafkan. Pada saat itu saya juga menyampaikan permohonan maaf ke HW.” ujar Hamim.

Namun tiba-tiba beberapa hari kemarin, HW diduga mencemarkan nama baik Hamim Pou melalui media sosial. Hamim mengaku sebagai pejabat publik sangat terbuka untuk dikritik, baik langsung maupun tidak langsung, tapi kalau sudah memfitnah, maka dengan tegas Hamim akan mengambil langkah hukum dengan melapor ke Polda Gorontalo. Hamim sendiri belum tahu apa motif HW memposting hal itu. “harus diproses hukum agar menjadi pembelajaran bagi yang lain.” paparnya.

Sementara itu, sebagai pengacara yang ditunjuk Hamim, Dr. Duke Arie mengaku sudah mengajukan laporan pengaduan tertulis ke Polda Gorontalo. “karena ini delik aduan, maka klien kami yang secara resmi akan melapor langsung.” ujarnya. Ada beberapa barang bukti yang sudah dikumpulkan tim pengacara Hamim terkait dengan postingan HW di facebook. “soal postingan dan pernyataan HW di facebook memang masuk kategori fitnah dan pencemaran nama baik, karena apa dasar HW sampai menuduh klien kami terlibat dalam kasus bansos.” jelasnya. Apalagi kalau karena melihat putusan yang diposting HW, itu nyatanya bukan putusan kasus bansos, tapi soal pra peradilan yang ditolak oleh hakim. Artinya tidak ada kaitan antara putusan pra peradilan dengan Bupati Hamim Pou. “kami melapor berdasarkan pasal 310, 311 junto 316 karena yang dihina pejabat negara, junto pasal 27 ayat 3 UU IT junto pasal 45 ayat 3 UU informasi dan transaksi elektronik yang hukumannya 4 tahun penjara dan subsider Rp. 750 juta untuk denda.” tegas Dr. Duke. (RG-46)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.