Cawabup Nelson Non Parpol Penggusung, PD : Sangat Mungkin!

Nelson Pomalingo

RadarGorontalo.com – Suksesi Pengganti Antar Waktu (PAW) untuk Calon Wakil Bupati (Cawabup) pendamping Nelson Pomalingo di Kabupaten Gorontalo (Kabgor), tengah berproses. Secara fatsun atau etika politik, pasangan Nelson Pomalingo dan Fadli Hasan (NAFAS) yang dilahirkan dari rahim koalisi PPP dan Partai Demokrat (PD), sejatinya harus yang disepakati oleh kedua partai politik (parpol) tersebut. Atau paling pas yang mewakili Nelson, adalah dari kader Demokrat. Karena, Nelson sudah mewakili PPP.

Tetapi, tidak sedikit aspirasi bermunculan, Nelson bisa saja mengakomodir tokoh atau mereka dari non parpol penggusung. Seperti dari kader parpol lain, kalangan PNS, tokoh akademisi, pengusaha, kaum profesional dan sebagainya. Karena bagaimana pun, sebagai user atau pengguna, Nelson menginginkan PAW di kursi wakil bupati, adalah orang yang mampu bersinergi dan mengimbangi kinerjanya, dalam menyelesaikan sisa pemerintahan NAFAS, yang masih dua tahun lebih tersebut.

Namun menyikapi, bila ada aspirasi akan Cawabup yang diajukan dari non parpol penggusung ini, Ketua DPC PD Kabgor, Chamdi Ali Tumenggung Mayang, mengaku pihaknya akan terbuka. “Itu sangat mungkin!” katanya spontan, seusai mengikuti rapat paripurna penyampaian tiga buah Ranperda di Deprov Gorontalo, kemarin. “Namun kan, tentunya kami berharap mengikuti mekanisme yang ada. Seperti mengakomodir tanda tangan (persetujuan) dari parpol penggusung, dari kami (PD) dan PPP.” imbuh anggota Komisi II Deprov Gorontalo ini.

Dari informasi yang dirangkum RADAR sendiri, terkait rekruitmen akan PAW pimpinan daerah di setiap provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, DPP PD tidak akan turut campur. Dan lebih menyerahkan kebijakan atau legitimasinya ke pimpinan partai setempat, atau sesuai jenjangnya. Yakni, provinsi melalui DPD, dan kabupaten/kota melalui pimpinan DPC-nya. Karena dinilai, DPD atau DPC di daerah, lebih mengerti dan memahami kebutuhan partai di daerahnya masing-masing. Dalam artian, apa yang sudah digodok dan telah berbuah rekomendasi dari DPC atau DPD PD di masing-masing daerah, sangat kecil peluangnya untuk beroleh kebijakan lain, dari DPP. (rg-28)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *