Calon Punya Penyakit Komplikasi Siap-siap Tidak Lolos

ilustrasi (Anwar/rg)
ilustrasi (Anwar/rg)

RadarGoronrtalo.com – Jangan anggap remeh penyakit kolestrol, gula, jantung, atau saraf apalagi sampai komplikasi semuanya. Tak cuma menjadi penyebab kematian, tapi penyakit-penyakit itu bisa jadi penyebab tak lolosnya para calon untuk bertarung di Pilgub, selain narkoba.

Kenapa bisa? Ketua tim pemeriksa kesehatan dr. Irianto Dunda, yang ditemui usai pemeriksaan seluruh calon, menjelaskan, dalam pemeriksaan kesehatan kali ini, pihaknya tak cuma mendeteksi penyakit bakal calon, namun mencari disabilitas atau ketidak mampuan untuk memimpin. “Jika dalam pemeriksaan nanti, bakal pasangan calon ada yang memiliki salah satu penyakit seperti gula, jantung dan lain sebagainya itu tidak menjadi masalah, karena itu tidak menyebabkan disabilitas,” ujarnya .

Tapi lain hal, ketika bakal calonnya memiliki penyakit komplikasi seperti memiliki kolestrol, gula, jantung, saraf dan memiliki penyakit pada bagian otak. Komplikasi inilah yang menyebabkan disabilitas atau ketidak mampuan untuk beraktifitas selama kepemimpinannya. Sehingganya hal ini, akan dideteksi sedini mungkin melalui pemeriksaan kesehatan. Lebih lanjut Irianto, mengatakan paling rentan terjadi disabilitas diakibatkan dari penyakit jantung, paru-paru dan otak.

Pada dasarnya, metode pemeriksaan kesehatan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo serta bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Boalemo, tetap masih sama. Cuma, di tahun ini ada tambahan, seperti pemeriksaan fisik, jasmani dan rohani serta bebas dari narkotika.

Dalam Peraturan KPU (PKPU) terbaru ini, pemeriksaan kesehatan sudah ketambahan yaitu psikiatri termasuk didalamnya pemeriksaan rohani dan psikologi. “Tes psikologi ini nantinya akan dilakukan wawancara terhadap bakal pasangan calon, nanti dari hasil wawancara itu kita akan mengetahui bagaimana karakter dari si bakal pasangan calon,” ketus Ketua tim pemeriksa kesehatan dr. Irianto Dunda, saat diwawancarai awak media.

Sementara untuk tes psikiatri kata Irianto, lebih pada tes kejiwaan bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo serta bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Boalemo. Hal ini dilakukan kata Irianto, agar Gorontalo memiliki pemimpin yang baik dan tidak memiliki masalah psikiatri, dan metode pemeriksaan ini dilakukan disemua bakal pasangan calon. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.