Cairan Jelly Bocor, Pendapatan Penambang Pohuwato Terjun Bebas

Ketua DPRD Nasir Giasi saat berbincang langsung para penambang di Kawasan Gunung Pani.

Penambang Curhat ke DPRD

RadarGorontalo.com – Hanya mengenakan celana pendek dan sandal jepit, Ketua DPRD Nasir Giasi didampingi Wakil Ketua DPRD Nasir Giasi, Ketua Komisi III Beni Nento dan Ketua Fraksi BTI Junus Usman, berjalan lebih dari 20 KM menuju wilayah pertambangan di sekitar Gunung Pani, Marisa, Pohuwato.

Ilyas Mohamad, Radar Gorontalo

Terik matahari dan rute menanjak berbatu tak menghalangi, rombongan DPRD, tim teknis SKPD dan AJP meninjau kawasan pertambangan di Gunung Pani. Spot 5 yang berada dibelantaran sungai di kawasan Gunung Pani, menjadi kawasan yang akan di “crosscheck” langsung oleh pimpinan DPRD Pohuwato.

Dikawasan ini, berdiri ratusan lokasi penambangan tradisional model saringan milik rakyat yang saat ini sedang berseteru dengan PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) anak perusahaan J-Resources. Ya, seminggu yang lalu ratusan penambang mendatangi DPRD untuk memprotes makin menurunnya pendapatan mereka.
Penambang meminta ganti rugi kepada pihak perusahaan terkait menurunnya pendapatan drastis atas efek dari aktivitas pengeboran PT GSM. Menurunnya jumlah perolehan mineral emas diduga kuat karena adanya cairan “jelly” yang bocor akibat aktivitas pengeboran oleh PT GSM.

Akibat jelly ini, membuat mineral emas tak bisa tertahan dalam saringan yang membuat anjloknya pendapatan para penambang. “Biasanya kami bisa menambang 20 gram setiap minggunya, setelah bocornya jelly oleh PT GSM kami hanya bisa mendapatkan sekitar 2-3 minggunya saja per hari,” ujar salah satu penambang yang diwawancarai langsung oleh Ketua DPRD Nasir Giasi.

Sungguh tragis, penambang yang menyekolahkan anaknya justru mata pencahariannya terancam. Kehadiran investor dibidang pertambangan harusnya berdampingan dengan para penambang yang telah menggantungkan hidupnya pada profesi berbahaya ini. DPRD secepatnya akan menindak-lanjuti untuk masalah ini agar segera mendapat solusi. “Dan jika pihak PT GSM tidak mau membayar seperti yang disuarakan saat rapat dengar pendapat, ya.. kita lihat saja. “Perusahaan yang pulang atau DPRD yang bubar, kita lihat saja nanti,” tegas Nasir Giasi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Saipul Mbuinga mengatakan tinjaun lokasi ini, selain melihat dari dekat aktivitas pertambangan rakyat, juga untuk membuktikan soal kebenaran data yang disampaikan ke DPRD belum lama ini. Kami juga turun dengan SKPD teknis untuk mendata titik-titik lokasi pertambangan dengan menggunakan GPS. Hal ini agar tidak terjadi bentrokan dilapangan nanti antara penambang dan pihak PT GSM yang sedang bereksplorasi dikawasan Gunung Pani, Marisa. “Semua data nanti akan kami bawa ke pusat nantinya,” tandasnya. (**/rg)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *