Bupati Dihina, Pemangku Adat Tak Terima

Surat Pemangku Adat
Surat Pemangku Adat

RadarGorontalo.com – Pernyataan Hamzah Sidik yang diduga mengeluarkan kata-kata penghinaan kepada Bupati Gorontalo Utara (Gorut) Indra Yasin saat pelaksanaan Musda Golkar Gorut, baru-baru ini, mengundang perhatian dari kalangan tokoh adat Gorontalo Utara. Bahkan, kalangan tokoh adat yang diwakili Ulipu Lo Pohalaa Lo Limuto to Tomilito dan Ulipu Pohalaa lo Atinggola memberi pernyataan resmi dalam sebuah surat tertanggal 2 Oktober.

Mereka meminta kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk menindak tegas dalam hal ini memberikan teguran keras kepada Hamzah Sidik yang dinilai telah menghina Bupati Gorut yang notabenenya khalifah dan adat di Gorontalo Utara. “ya, jadi sebagaimana surat dari pihak adat, pada dasarnya mereka meminta agar saudara Hamzah Sidik yang notabenenya anggota DPRD Provinsi Gorontalo diberikan teguran keras oleh Gubernur Gorontalo, karena telah mengucapkan kata-kata yang dinilai menghina seorang kepala daerah sebagai khalifah,” ungkap Muksin Badar tokoh masyarakat Gorut. Sementara itu, Hamzah Sidik yang coba dikonfirmasi mengenai hal ini, tak berhasil dihubungi. (RG-56)

Share

Comments

comments

Satu tanggapan untuk “Bupati Dihina, Pemangku Adat Tak Terima

  • 4 Oktober 2016 pada 14:04
    Permalink

    bupati gorontalo utara senangf banget dengan acara adat dan dengan warna adat yang salah , terakhir saya lihat uti dan no’unya mengenakan warna biru yang bukan warna adat gorontalo . nggak heran kalau bupatinya mendapatkan perlakuyan seperti ini

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *