Buntut Ketidaksesuaian Jadwal, Pimdeprov Gorontalo Terancam ke BK

Konfrensi Pers yang digelar sejumlah pimpinan fraksi di Media Center Humas Deprov

RadarGorontalo.com – Buntut dari ketidaksesuaian jadwal rapat alias pertemuan dengan sejumlah pihak, yang berlangsung Rabu (30/5) di Deprov Gorontalo, menyebabkan dua agenda rapat yang sama pentingnya, dan perlu menghadirkan para pimpinan fraksi, bertabrakan di jam yang sama. Sehingga, pimpinan fraksi, mengaku kecewa akan kepemimpinan di Deprov (Pimdeprov).

Alhasil, dari konferensi pers yang dihadiri oleh empat keterwakilan fraksi dan tiga pimpinan fraksi, masing-masing Helmi Adam Nento dan Irwan Mamesah (F-PKS), Firman Ferdinand Soenge (F-Hanura), Awaludin Pauweni (F-PPP) dan Ismail Alulu (F-PAN), bermaksud akan mengkaji dan menganalisis kekeliruan ini. “Dan bila dinilai menyalahi kode etik dan aturan tata tertib (tatib) di Deprov, kita bisa melaporkan hal ini, agar diproses di BK (Badan Kehormatan) Deprov,” ungkap Awaludin, disela-sela konfrensi pers-nya.

Ceritanya begini, disela-sela paripurna istimewa terkait LHP Keuangan Pemprov oleh BPK RI, tersiar kabar bersifat undangan, akan ada rapat konsultasi antara Pimpinan Deprov, Fraksi-Fraksi dan AKD, dengan Gubernur terpilih, Rusli Habibie, menyangkut sinergitas gerak langkah pasangan Nyata Karya Rusli-Idris (NKRI) di periode kedua mereka 2017-2022.

Namun di jam bersamaan, yakni sekitar pukul 14.00 WITA kemarin, atau seusai paripurna, telah diagendakan lebih dahulu atau sejak Senin (29/5) sebelumnya, akan dilakukan rapat gabungan Komisi I dan III, bersama mitra kerja dan instansi teknis terkait, menyangkut permasalahan dan kelanjutan akan pembangunan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).

Alhasil, tidak bisa dielakan, kedua rapat tersebut, tetap dimulai dan digelar pada jam bersamaan. Rapat Gabungan Komisi I dan III di ruang Dulohupa, dan rapat pimpinan bersama Gubernur di ruang Inogaluma. Karena merasa, jadwal rapat gabungan Komisi I dan III lebih dahulu diagendakan. Maka, tiga Ketua Fraksi, masing-masing Helmi Adam Nento (F-PKS) dan Ismail Alulu (F-PAN) dari Komisi III, dan Firman Ferdinand Soenge (F-Hanura) yang notabene sebagai Ketua Komisi I, dari pertama rapat gabungan tentang GORR, tidak sekalipun beranjak untuk pindah mengikuti rapat konsultasi para pimpinan dengan gubernur, di ruang sebelahnya.

Hanya Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) saja, Arifin Djakani, yang terlihat sering keluar masuk ruangan. Diduga bermaksud bergantian, ingin menghadiri rapat penting di kedua ruangan tersebut. Dimana, hingga berakhirnya rapat gabungan komisi I dan III Deprov itu, tidak satu pun unsur Pimdeprov, yang menghadiri rapat gabungan komisi I dan III itu. Padahal, dalam aturan, yang namanya rapat gabungan komisi, harus dihadiri dan dikoordinir, minimal oleh satu orang keterwakilan Pimdeprov. “Hal inilah, yang juga turut menuai kekecewaan dari kita.

Mestinya, meski rapat konsultasi dengan gubernur itu, penting dihadiri oleh setiap pimpinan di Deprov, termasuk para Ketua Fraksi. Namun agenda yang lebih dahulu telah dijadwalkan, bahkan ditandatangani undangannya oleh unsur Pimdeprov, terkait masalah GORR dan tidak kalah pentingnya juga, mestinya ada (dihadiri) minimal satu unsur Pimdeprov. Namun itu tidak dilakukan oleh Pimdeprov,” jelas Helmi, diamini keanggotaan Komisi I dan III lainnya. “Karena, ini (jadwal yang bertabrakan), sudah berulang kali terjadi dan kerap juga kami ingatkan. Olehnya, kami hanya ingin, jangan terulang lagi,” pinta mereka lagi.

Menyikapi keluhan ini, unsur Pimdeprov, La Ode Haimudin, yang sempat dikonfirmasi RADAR, seusai mengikuti rapat konsultasi dengan gubernur yang notabene lebih awal selesai ketimbang rapat gabungan komisi I dan III, mengakui kekeliruan itu. “Olehnya, keluhan dari teman-teman di Komisi I dan III, sebagai koreksi, untuk menjadi pengalaman agar tidak terulang lagi,” kata politisi PDIP ini. Ditanya, akan kesiapan Pimdeprov, jika hal ini berlanjut menjadi laporan ke BK? Haimudin hanya tersenyum. (rg-28)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *