Budidaya Kerang Mutiara, Solusi Mengangkat Ekonomi Masyarakat Pesisir

N. Gustaf F. Mamangkey, M.Sc, Ph.D, ahli kelautan Unsrat

RadarGorontalo.com – Masyarakat pesisir bisa merasakan manfaat ekonomis dari budidaya kerang mutiara. Menurut N. Gustaf F. Mamangkey, S.Pi, M.Sc, Ph.D, masyarakat pesisir tidak perlu bersusah payah membudidaya mutiara ini mulai dari proses pembuatan larva, reproduksi, pembesaran kerang hingga menghasilkan mutiara.

“Cukup sampai pada fase pembesaran kerang saja. Kerang-kerang yang telah dibesarkan ini kemudian disuplay ke beberapa tempat yang membudidayakan mutiara, seperti di Raja Ampat dan beberapa tempat lainnya,” kata Ketua Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Samratulangi (Unsrat) ini.

Gustaf juga mengungkapkan keuntungan yang bisa didapat masyarakat dari pembesaran kerang mutiara ini. “1 cm kerang mutiara, itu dihargai Rp. 2000. Kalau kerang yang dijual rata-rata berukuran 10 cm dalam jumlah yang banyak, maka keuntungannya besar.

Budidaya mutiara, memang tantangannya berat. Tapi hanya dengan menyiapkan perbesaran kerang, kemudian dijual, itu sudah memberi keuntungan,” katanya.

Gorontalo dan Sulawesi Utara serta beberapa daerah lainnya, menurut Gustaf, sangat cocok dijadikan sebagai daerah penyuplai kerang mutiara.

“Saya mengusulkan kepada pemerintah di Indonesia, sebaiknya melakukan ini. Di daerah-daerah pesisir, disiapkan pembesaran kerang.

Kelak daerah tersebut akan menjadi penyuplai kerang mutiara bagi sejumlah daerah yang mengembangkan mutiara,” kata N. Gustaf F. Mamangkey.(rg-40)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.