Budi Tak Dampingi Marten, Sulit Satukan MaDu

Kosong tanpa pemiliknya, kursi yang harusnya diduduki Waki Walikota Gorontalo pada Paripurna istimewa di aula DPRD Kota Gorontalo dalam rangka HUT Kota Gorontalo.

RadarGorontalo.com – Memang sudah bukan rahasia lagi, kalau Marten Taha dan Budi Doku yang dikenal dengan slogan MaDu, hubungannya sudah renggang. Bahkan jelang Pilwako, hampir bisa dipastikan Marten dan Budi maju sendiri-sendiri. Nah, Minggu (19/3), saat Paripurna Istimewa dalam rangka HUT Kota Gorontalo ke 289, Budi Doku tak terlihat mendampingi Marten.

Dari pantauan Radar Gorontalo, paripurna istimewa yang dihadiri beberapa tamu kepala daerah tetangga seperti Minahasa, Bolaang Mongondow dan Kotamobagu itu, terlihat kursi untuk Wawali Budi Doku dibiarkan kosong begitu saja. Pemandangan tak lazim inipun, mengundang tanda tanya tamu undangan yang hadir.

Saat dikonfirmasi, Wawali Budi Doku mengaku, dirinya tak hadir karena kondisi fisiknya yang kurang fit, pascadonor darah, dan sempat pusing. “Habis dari donor darah saya pusing, dan kata dokter saya harus istirahat dulu,” singkat Budi.

Hanya saja, ketidak hadiran sang wawali sempat membuat para Aleg Kecewa. Seperti Ketua DPRD Fedriyanto Koniyo yang menyangkan ketidak hadiran wawali. Bahkan menurutnya, ini sudah terjadi untuk kesekian kalinya. “Kalau memang ada alasan yang sifat penting, kami menganggap itu adalah hal yang wajar.

Tapi kalau memang ketidak hadiran beliau karena memang tidak ingin menghadiri rapat ini, patut kami sayangkan,” jelas Koniyo. “Kalau memang ada konflik, saya pikir itu diluar konteks kegiatan. Apalagi ini dalam rangka memperingati HUT Kota Gorontalo. Kita disini menghargai apa yang telah dilakukan pejabat sebelumnya, seperti kita memperingati HUT Proklamasi, dimana ada kegiatan detik-detik proklamasi dan lain sebagainya,” timpalnya.

Kekecewaan serupa juga diungkapkan Hais Nusi. “Kalau paripurna-paripurna kemarin yang rutin di laksanakan DPRD tidak dihadiri Wakil Walikota, bisa kita maklumi. Tapi ini adalah HUT Kota Gorontalo, bagaimana bisa ia tidak menghadiri sidang paripurna,” ketus anggota fraksi Golkar itu.

Sedangkan Asisten Satu Pemprov Anis Naki yang mewakili penjabat gubernur, mengaku sudah mendapatkan klarifikasi dari walikota. Dan ketidak hadiran wawali akan menjadi perhatian khusus bagi pemprov. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *