Brimob Siaga Satu, Perbatasan Dijaga Ketat

Nampak sejumlah petugas BKO Brimob Polda Gorontalo ketika melakukan operasi di wilayah perbatasan.

RadarGorontalo.com – Philipina memanas, setelah bentrok antara pasukan pemerintah dengan kelompok teror ISIS, beberapa waktu terakhir. Baik TNI maupun Polri, melakukan penjagaan ketat di setiap perbatasan masuk Provinsi Gorontalo. Tak terkecuali di perbatasan Gorontalo – Sulut di Atinggola Kabupaten Gorut. 1 Peleton pasukan BKO Brimob disiagakan di perbatasan darat hingga perairan.

“Ini langkah untuk meperketat pengamana di daerah perbatasan. Dan dampak dari penyerangan tersebut tidak menutup kemungkinan ada kelompok-kelompok ISIS yang lari menyebrang ke wilayah Sulawesi Utara (Sulut), hingga ke Gorontalo,” terang Kapolda. ketika memimpin rapat Anev di Rupatama Polda.

Pasukan BKO Brimob Polda Gorontalo yang dikerahkan untuk mengamankan pintu perbatasan Sulut-Gorontalo, kata Kapolda. Melaksanakan kegiatan razia dengan sasaran kelompok teroris, termasuk bahan peledak, senpi illegal, sajam dan barang berbahaya lainnya yang akan masuk ke wilayah Gorontalo. “Upaya pengusiran yang dilakukan militer Pilipina, patut ditanggapi serius. Bahkan ini siaga satu bagi kita,” tegas Kapolda.

Kabid Humas AKBP Wahyu Tri Cahyono, SIK menjelaskan bahwa, selain wilayah darat yang dijaga ketat oleh BKO Brimob. Wilayah perairan Gorontalo, juga dijaga ketat oleh semua anggota yang diturunkan. Pasukan yang diturunkan Polda Gorontalo itu, lengkap dengan persenjataannya. Dan tugas ini akan mereka lakoni selama 20 hari, terhitung sejak Selasa (12/06) hingga usai lebaran.

Selain itu, keberadaan satu peleton petugas bersenjata ini guna untuk mengamankan perayaan hari raya Idul Fitri, serta masyarakat dari gangguan kelompok-kelompok yang berasal luar Gorontalo. “Ini jaminan keamanan bagi warga Gorontalo, namun demikian saya menghimbau kepada seluruh warga Gorontalo agar ikut berpartisipasi dalam pengamanan dilingkungannya. Jika ada seseorang atau kelompok yang gerak geriknya mencurigakan, agar segera melaporkan kepada petugas kepolisian terdekat mulai dari Babinkamtibmas, Polsek hingga Polres,” jelas Kabid.(rg-62)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *