BPOM Gorontalo Musnahkan Produk Ilegal, Nilainya Miliaran

Suasana pemusnahan ribuan produk ilegal, yang dilakukan BPOM Gorontalo.

RadarGorontalo.com – Ribuan alat kosmetik, obat kuat dan makanan, Jum’at (8/12), dimusnahkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo. Sedikitnya, ada 1.469 item produk, yang tidak berizin dan kadaluarsa dimusnahkan di halaman BPOM Gorontalo, yang disaksikan langsung oleh semua pihak.

Ribuan produk ilegal ini, hasil operasi sejak tahun 2016-2017. Dengan rincian, obat tradisional 50 item sebanyak 19.506 picis, kosmetik 128 item sebanyak 2.617 picis, obat 1.284 item sebanyak 54.909 picis dan nakanan dan minuman 7 item sebanyak 3.202 picis. Sehingga total harga barang-barang yang di musnahkan itu senilai Rp. 2.297.047.000.

Kepala BPOM Gorontalo, Sukriadi Darma menjelaskan, produk obat dan makanan yang telah di sita ini berasal dari seluruh kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo. “Semua alat kosmetik, obat kuat dan makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan, semua telah kita amankan,” ujarnya.

Dijelaskannya, barang-barang yang telah dimusnahkan ini, merupakan hasil oprasi sejak tahun 2016-2017, dan semua hasil oprasi tersebut kita musnahkan pada tahun ini. “Disamping barang yang sudah kita musnahkan ini. Masih ada barang lainnya yang merupakan barang bukti dan masih berproses di Kejaksaan, dan kami pun akan menunggu hingga ada proses penetapan dari pengadilan,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Sukriadi, Pemerintah Daerah, melalui BPOM Gorontalo, benar-benar memastikan bahwa masyarakat Gorontalo bebas, dari obat dan makanan yang berbahaya. Karena saat ini, sangat banyak produk yang tidak memiliki izin, bahkan produk tiruan cukup banyak beredar di masyarakat dan tentunya produk tersebut sangat membahayakan kesehatan masyarakat.

Diakuinya, untuk hasil oprasi kali ini, obat tradisional yang mengandung bahan berbahaya, cukup banyak di amankan. Begitu juga alat kosmetik yang mengandung bahan berbahaya yang sudah beredar luas di masyarakat.

Menurut Sukriadi, pihaknya saat ini sementara berkoordinasi dengan Polda Gorontalo dan Kejaksaan Gorontalo, untuk pelimpahan dua berkas yang rencananya akan diproses bulan ini. “Tercatat tahun ini ada tujuh berkas yang kami masukkan, dua kasus sudah P21 dan dua kasus lainnya nanti akan menyusul. Tersangkanya adalah pengedar dan juga pemasok. Kami pun berharap agar hakim memberikan putusan yang tertinggi terkait dengan mereka yang melakukan pelanggaran ini,” paparnya. Sehingga besar harapan BPOM Gorontalo, agar masyarakat lebih berhati-hati untuk memilih produk kosmetik, termasuk makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *