Bocah SD, Tewas Tersedot ke Dalam Pipa Air

Menggunakan mesin, warga membelah pipa untuk mengeluarkan jasad korban, Sabtu (10/12) kemarin.

RadarGorontalo.com – Riky Dehu, bocah 9 tahun warga Desa Didingga, Kecamatan Biau Gorontalo Utara, tewas menggenaskan setelah tubuhnya tersedot pipa air di bak penampung milik PDAM, Sabtu (10/12) kemarin.

Informasi yang diperoleh berbagai sumber, kejadian bermula ketika korban Riky, tengah asik bermain di bak penampungan air, yang diketahui belum diresmikan pemerintah setempat, sore kemarin sekitar pukul 15.00 wita. Diduga, karena melihat dalam bak tersebut dialiri air, korban pun menutup lubang pipa paralon yang di bak tersebut dengan sepotong triplek. Dan menunggu air di dalam bak penampungan penuh.

Ketika air dalam bak penuh, korban lompat ke dalam bak penampungan, kemudian melepas triplek yang menutupi pipa paralon. Bak yang dalam kondisi penuh, membuat arus air yang masuk ke pipa cukup kencang. Naas, tubuh korban yang kecikl, ikut tersedot ke dalam pipa. Sialnya, tak ada satupun orang yang melihat kejadian itu. Bocah yang masih duduk di kelas 4 SD itu meninggal dunia, dalam kondisi sebagian badan berada dalam pipa.

Beberapa menit kemudian, salah seorang warga yang melintas di tempat kejadian, melihat kondisi korban. Sejumlah warga setempat pun dipanggil, untuk mengeluarkan korban dengan cara membelah pipa.

Sampai berita ini diterbitkan, karena kejadian ini masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian. Sedangkan pipa sebagai barang bukti sudah diamankan. (rg-62).

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *