BNNK Bonebol Motivasi Siswa Jauhi Narkoba

Penyuluha Narkoba yang digelar BNNK Bone Bolango,  di MTsMujahiddin, Dutohe, Kabila., Senin (11/02)

RadarGorontalo.com – Maraknya penyalahgunaan bahan adiktif seperti lem dan obat batuk sirup di Kabupaten Bone Bolango menuntut seluruh elemen masyarakat mengambil tindakan preventif.

Untuk itu Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango menerjunkan jajarannya di sejumlah sekolah untuk mengadakan sosialisasi. “Raihlah cita-citamu setinggi langit.

Suatu hari nanti akan ada di antara kalian yang jadi dokter, insinyur, tentara, pemimpin bangsa, dan sebagainya. Tapi itu semua tidak akan terjadi kalau kalian terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, kata Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Bone Bolango, Muzzammil Massa, Senin (11/2) di MTsMujahiddin, Dutohe, Kabila.

Di hadapan puluhan siswa yang berasal dari kelas VII, VIII dan IX di Madrasah tersebut, Muzzammil menjelaskan beberapa efek yang dapat membahayakan diri ketika mengonsumsi narkoba, antara lain: hilangnya kesadaran, perubahan perilaku dan adiksi (kecanduan).

“Hilangnya kesadaran ada yang sementara seperti pingsan atau koma. Ada juga yang permanen akibat rusaknya sistem saraf pusat. Tentu adik-adik tidak ingin kehilangan kesadaran, tidak bisa lagi berinteraksi dengan orangtua, keluarga, saudara, teman dan masyarakat sekitar.

Suasana penyuluhan Narkoba yang diikuti secara cermat oleh pada siswa Mts

Karena itu jangan pernah sekalipun mencoba narkoba,” terangnya. Dalam penyuluhan yang bertempat di mesjid Mujahiddin tersebut, Muzzammil membawakan materinya dengan santai dan membangun suasana ceria.

Beberapa pertanyaan terlontar dari peserta penyuluhan yang penuh rasa ingin tahu. Salah satunya bertanya tentang mengapa rokok dikategorikan sebagai narkoba.

“Rokok mengandung nikotin yang memiliki sifat adiktif. Artinya rokok dapat mengakibatkan kecanduan. Rokok bukan narkotika atau psikotropika, tetapi bahan adiktif. Dalam beberapa penelitian rokok juga berbahaya karena dapat menyerang sistem pernapasan manusia,” jawab Muzzammil.

Dalam penyuluhan ini ia juga menjelaskan apa yang harus dilakukan seorang siswa atau remaja jika menemukan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di sekitar sekolah atau tempat tinggal.

“Pertama-pertama, jika kamu sendiri yang ditawari kamu harus berani mengatakan ‘tidak’. Pakai narkoba sama sekali tidak membuatmu jadi keren. Jadi gila, masuk penjara, dan mati karena overdosis narkoba itu tidak keren,” kata Muzzammil.

Kedua, jika yang menyalahgunakan narkoba adalah orang lain dan kamu melihatnya, segeralah laporkan kepada bapak dan ibu guru jika kamu berada di lingkungan sekolah atau kepada orangtua jika kamu berada di rumah.

Jangan bertindak sendiri. Mintalah guru atau orangtua melapor kepada BNN atau polisi,” imbuhnya. (*)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *