BNNK Bonebol Kampanyekan Tolak Narkoba Sejak Dini

BNNK Bono Bolango yang intensi memberikan penyuluhan bahaya narkoba kepada para siswa SD 

RadarGorontalo.com – Sejumlah penyuluh ahli narkoba dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango melaksanakan penyuluhan di sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Tilongkabila.

Kegiatan ini bertujuan menyebarkan sikap tolak narkoba sejak dini. “Usia sekolah dasar termasuk usia yang rentan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Sebagaimana hasil penelitian BNN, diperkirakan jumlah pengguna narkoba pada di Indonesia tahun 2018 lalu mencapai hampir 3,4 juta orang.

Sekitar 24 persen di antaranya adalah pelajar usia 10-21 tahun,” jelas Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Mulyati Imran, SKM, di sela-sela penyuluhan di SDN 5 Tilongkabila, Kamis (7/2).

Mulyati menambahkan, bahaya peredaran gelap di kalangan siswa SD juga patut diwaspadai dan tak boleh disepelekan.

Sosialiasi bahaya narkoba kepada para siswa yang dilaksanakan BNNK Bonebol

Menurut hasil temuan BNNK Bone Bolango, di kabupaten ini marak penyalahgunaan bahan adiktif jenis inhalan seperti lem dan obat-obatan bebas.

Dalam penyuluhan di SDN 5 Tilongkabila para siswa tampak bersemangat menerima pemaparan dan beberapa permainan terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang diberikan para penyuluh BNNK Bone Bolango.

Hadir dalam kegiatan tersebut staf seksi P2M, Ahmad Halim, SST yang juga memotivasi para siswa untuk menyalurkan minat dan bakat pada kegiatan-kegiatan positif.

“Adik-adik bisa berprestasi di berbagai bidang. Baik itu olahraga, kesenian maupun mata pelajaran. Jika adik-adik bisa meraih prestasi, In Shaa Allah orang tua dan guru akan bangga.

Namun jika adik-adik terjerumus narkoba, maka pilihannya cuma tiga: dipenjara, sakit atau mati,” kata Halim mengingatkan.

Pesan yang tak jauh berbeda juga diungkapkan Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, Muzzammil D. Massa, S.Sos dalam kegiatan penyuluhan di SDN 6 Tilongkabila, Jumat (08/02).

Dia mengajak para siswa menghargai karunia kesehatan yang telah diberikan Tuhan untuk mengerjakan hal-hal positif. “Adik-adik ini adalah calon-calon pemimpin bangsa.

Diantara kalian mungkin ada yang akan jadi dokter, insinyur, ustadz, bahkan presiden. Jangan sampai cita-cita kalian gagal ditengah jalan gara-gara tergiur bujuk rayu orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Beranilah mengatakan ‘tidak’ pada Narkoba,” ajak Muzzammil. “Iman, taqwa dan keluarga adalah benteng terkuat mencegah bahaya narkoba. Rajin salat, rajin mengaji, puasa dan ibadah-ibadah lain akan membuat kita semua terhindar dari bahaya narkoba. Jangan lupa hormati orang tua, guru, sayangi saudara, teman dan tetangga. Semua itu adalah modal untuk hidup sehat, bahagia tanpa narkoba,” pungkasnya. (*)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *