BNN Minta TNI Tembak Mati Bandar Narkoba, Dandim Gorontalo: Kami Siap Jika Ada Perintah

DANDIM 1304 Gorontalo Letkol Inf Dadang Ismail Marzuki.

RadarGorontalo.Com – Mengenai statement yang diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat Komjen Pol Budi Waseso (BuWas), di hadapan publik beberapat pekan kemarin. Tentang meminta TNI untuk menembak mati bandar narkoba, yang berada di wilayah hukum manan pun. Mendapat tanggapan baik dari Komandan Distrik Militer (Dandim) 1304 Gorontalo, Letkol Inf Dadang Ismail Marzuki, ketika ditemui Selasa (11/04) kemarin di ruang kerjanya. Bahwa secara piribadi, jika selama ada aturan yang jelas dan perintah dari Panglima TNI soal hal itu, pihaknya siap menerapkannya. Apalagi Negara saat ini sudah termasuk dalam kategori darurat narkoba, yang jelas-jelas kategori itu erat kaitannya dengan ancaman terhadap bangsa.

“Secara pribada saya, selama ada aturan yang jelas yang mengatur tentang dibolehkannya TNI untuk menembak mati bandar narkoba. Dan dilandasi oleh undang-undang serta perintah Panglima TNI, kami siap menerapkannya di kesatuan kami. Apalagi seperti disebutkan dalam Undang-undang Nomor 34 tahun 2004, tentang militer terlibat dalam operasi militer selain perang. Yaitu termasuk mengatasi aksi terorisme, mengamankan wilayah perbatasan, mengamankan objek vital, membantu tugas pemerintah daerah, membantu menanggulangi akibat bencana alam dan pemberian bantuan kemanusiaan, sampai pencarian dan pertolongan kecelakaan,” jelas Dandim.

Jika tidak ada aturan yang jelas tentang penegasan itu, kata Dandim, nantinya akan menajadi “Buah Simalakama” bagi institusinya. Memang sudah ada aturan Presiden RI, yang menyebutkan TNI siap menemabak mati bandar narkoba. Dan menurutnya ini sangat baik, jika TNI bisa mengambil peran dalam pemberatasan narkoba secara khusus. Bahkan ini nantinya hal itu akan melengkapi tupoksi TNI, yang melaksanakan tugas operasi militer selain perang tadi. Yang notabenenya memberikan perbantuan pada pihak kepolisian dan pemerintah daerah. Hingga bagaimana untuk mempersiapkan pemeberdayaan wilayah, baik sumber daya alam (SDA) untuk dimanfaatkan sedemikian rupa. Dalam rangka membuat suatu kondis, yang selalu siap di wilayah hukum Gorontalo ini. “Kalau sudah militer itu, berarti situasi darurat. Namanya mengancam pertahanan negara, TNI urusannya,” tegas Dandim.

Memang untuk menciptakan wilayah aman dari gangguan Kamtibmas, sudah dilakukan jajaran dari kepolisian yang ada di masing-masing wilayah. Namun jika sudah menggangu kedaulatan Bangsa dan Negara, itu urusannya TNI yang dilandasi oleh undang-undang yang jelas tentunya. “Yang telah kami lakukan saat ini, TNI sudah berupaya secara internal, yakni menindaki anggota yang terlibat langsung dengan kasus narkoba. Dan tidak tanggung-tanggung, sanksi pemecatan langsung diberlakukan. Dan langkah awal ini, menjadi dasar bagi kami untuk bersinergi dengan institusi hukum lain termasuk pemerintah daerah. Untuk memerangi narkoba, yang muncul dengan berbagai modus,” tutur Dandim.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *