Blusukan di Donggala, Hardi Bicara Program Padat Karya

CALON Wakil Walikota Gorontalo Hardi Saleh Hemeto saat menjelaskan program ADHA-CBD pada kegiatan blusukan di kelurahan Donggala. (foto/iwandj)

RadarGorontalo.Com – “visi misi pasangan ADHA-CBD adalah mewujudkan kota Gorontalo yang mandiri dan religius. Mandiri kotanya secara ekonomi dan religius masyarakatnya.” ujar calon Wakil Walikota Gorontalo, Hardi Saleh Hemeto, mengawali orasi politiknya dihadapan puluhan masyarakat Donggala, senin (5/3). “alhamdulillah dan terima kasih atas sambutan masyarakat Donggala.” tambahnya. Hardi yang berpasangan dengan calon Walikota Adhan Dambea pada blusukannya di kelurahan Donggala, turut pula menjelaskan program pasangan Adhan Dambea-Hardi Saleh Hemeto Cinta Budi Doku (ADHA-CBD). Diantaranya program padat karya untuk proyek-proyek pembangunan di kelurahan.

“kalau ada proyek infrastruktur untuk kelurahan Donggala, maka proyek itu harus dikerjakan oleh masyarakat Donggala dengan sistem padat karya dan mereka juga digaji.” paparnya. Selain program padat karya. Ada pula program bantuan untuk modal usaha masyarakat kecil. “kami memprogramkan dana Rp. 200 juta untuk membantu modal usaha penjual nasi kuning, penjual kue dan usaha-usaha kecil lainnya.” tambahnya. Memang ada hal yang menarik ketika blusukan di Donggala. Masyarakat terlihat sangat antusias menyambut kunjungan Hardi Hemeto bersama tim pemenangan ADHA-CBD. Masyarakat juga terlihat serius mendengarkan setiap penyampaian program pasangan calon nomor urut 1 ini. Hardi tak lupa menguraikan perjalanan karier politiknya hingga bisa berpasangan dengan Adhan Dambea di Pilwako Gorontalo.

Bahkan menurut Hardi, dirinya tidak menyangka bisa mendampingi politisi senior Gorontalo Adhan Dambea di Pilwako Gorontalo. “alhamdulillah lahirnya pasangan ADHA-CBD ini ada campur tangan Allah SWT.” urainya. Hardi juga menyampaikan jika ADHA-CBD terpilih pada Pilwako 27 Juni 2018, maka akan ada reformasi besar-besaran dalam pengelolaan keuangan daerah. APBD harus lebih banyak digunakan untuk program kerakyatan. “APBD itu uang rakyat, maka ADHA-CBD akan kembali ke rakyat.” tegas Hardi. Sehingganya untuk pengelolaan anggaran itu, maka ADHA-CBD punya 7 program-program unggulan berbasis kerakyatan. Ada program Rp. 1 miliar untuk 1 kelurahan.

Dana ini akan digunakan untuk pengadaan mobil operasional lurah, majelis ta’lim, karang taruna, peningkatan kesehatan masyarakat berupa pengadaan bentor ambulance lengkap dengan 2 orang tenaga kesehatan untuk setiap 1 kelurahan, serta pemberdayaan ekonomi rakyat. Selain itu, ada juga program pemberdayaan ekonomi kerakyatan, asuransi kematian, pembebasan Pajak Bumi Bangunan (PBB), bebas biaya listrik dan air untuk Mesjid, Klenteng dan Gereja, pemberantasan buta huruf baca tulis Al Quran, menaikan gaji guru mengaji menjadi Rp. 1 juta per bulan, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, larangan bagi penjual minuman beralkohol, serta mengaktifkan majelis talim di setiap masjid di Kota Gorontalo. “insya Allah dukungan masyarakat Donggala mendapat restu dari Allah SWT untuk memenangkan ADHA- CBD.” tuturnya. (awal/rg)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.