Bisa Diatas 1000, Peserta Aksi Jilid III Sulit Dideteksi

Aksi Bela Islam 4-11
Aksi Bela Islam 4-11

RadarGorontalo.com – Gembar-gembor bahwa aksi bela Islam jilid III di Jakarta, akan diikuti ratusan orang asal Gorontalo, bukan cuma isapan jempol. Informasi yang diperoleh redaksi, dari berbagai sumber resmi, saat ini mereka yang mengaku akan ikut serta, mulai mengambil ancang-ancang. Jumlahnya pun sulit dideteksi, karena kebanyakan akan berangkat secara mandiri.

Menurut sumber, masih seperti dengan demo bela Islam jilid II, 4 November kemarin, untuk demo jilid III walaupun lebih terkoordinasi dengan baik, namun tidak ada ajakan. Yang mau ikut, keikhlasan masing-masing. Itu bisa dilihat dari biaya trasportasi dan akomodasi yang harus ditanggung sendiri-sendiri, alias tidak ada sponsor. Kalaupun ada sumbangan, itu tak mampu membiayai jumlah mereka yang berangkat.

Kendati demikian kata sumber ini lagi, yang berangkat ikut aksi tak sepenuhnya bisa diketahui. Karena kebanyakan dari mereka berangkat secara mandiri. Mirip seperti aksi sebelumnya, rata-rata nanti diketahui pas sudah ada di Jakarta. Menurut data yang diungkap sumber beberapa waktu lalu, yang akan berangkat baru 170 orang, sesuai yang mendaftar. Tapi belakangan, belum diketahui apakah angka itu bertambah atau tetap seperti sebelumnya.

Informasi terbaru, sehari sebelum aksi bela Islam Jilid III yang akan digelar 2 Desember, di Cikampek akan diadakan Jord Qudama. Kegiatan ini sendiri, merupakan salah satu kegiatan rutin di kalangan Jamaah tabligh, dan biasanya diikuti oleh puluhan ribu jamaah yang berasal dari seantero negeri termasuk Gorontalo. Agenda utama jamaah tabligh asal Gorontalo, memang untuk ikut Jord, namun kemungkinan besar mereka akan bergabung dengan aksi bela Islam Jilid III, di hari kedua.
Disisi lain, aksi demo jilid III itu, akan digelar nanti Jumat 2 Desember, dan dibawah komando Gerakan Nasional Pengawat Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Aksi yang diklaim super damai itu, intinya mendorong penahanan Ahok pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri, serta doa bersama untuk kedamaian NKRI.

Sementara itu, Kepolisian Polda Gorontalo saat coba dikonfirmasi via selular, terkait informasi itu, tak bisa terhubung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lanjutan soal antisipasi kepolisian terkait jumlah jamaah asal Gorontalo yang akan ikut aksi demo di 2 Desember nanti. (rg-34)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *