Bidik Misi IAIN Disoal Mahasiswa

 

Suasana aksi yang berlangsung di depan Kejaksaan Tinggi Gorontalo, yang dilakukan Aliansi Peduli Kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Suasana aksi yang berlangsung di depan Kejaksaan Tinggi Gorontalo, yang dilakukan Aliansi Peduli Kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo.

RadarGorontalo.com – Mahasiswa yang mengatasnamakan aliansi peduli Kampus, mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo, untuk meminta agar Kejaksaan mengusut kasus dugaan korupsi yang dilakukan oknum pejabat Kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Dari pantauan Radar Gorontalo, Koordinator Lapangan (Korlap) Aslan Hamzah, dalam orasinya mengatakan, dugaan kasus korpusi terhadap dana Bidik Misi itu, sudah menjadi temuan pihak Inspektorat. Total temuan itu, berkisar 1,2 Miliar rupiah. Memang dana itu sudah dikembalikan, tapi angkanya baru 1 Miliar. “200 jutanya kemana??,” teriak orator.

Menurut Aslan, pihaknya sangat yakin jika Kejaksaan, memiliki cara tersendiri untuk mengaudit kembali dana bidik misi IAIN Sultan Amai Gorontalo. Karena model audit Kejaksaan dan Inspektorat sudah pasti berbeda, karena antara dua lembaga negara ini saling mengisi. Bayangkan kata Aslan, dana bidik misi yang seharusnya diterima mahasiswa per enam bulan berjumlah enam juta, ini malah dipotong senilai Rp. 2,5 juta, dengan dalih anggaran itu diperuntukan untuk kegiatan mahasiswa bidik misi. “Selama pemotongan ini, kami melihat belum ada kegiatan yang paling menonjol, ” ungkapnya lagi. “Jika di Inspektorat kasus itu merupakan temuan administrasi, namun di Kejaksaan kasus itu merupakan korupsi, yang seharusnya dibasmi di Kampus IAIN,” tambah Aslan. Massa demonstran ini pun mengaku, malu dengan adanya praktek seperti itu, yang menurut mereka mencemari nama baik IAIN. Usai melakukan orasi, massa mahasiswa pun langsung membubarkan diri. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.